Semarang (Antaranews Jateng) - Universitas Semarang (USM) sukses menggelar 7th Festival Komukino sebagai sarana memperkukuh eksistensi kesenian dan kebudayaan lokal.
Bertempat di Hutan Wisata Tinjomoyo Semarang, Minggu (16/12), ketujuh kalinya Festival Komukino digelar Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM dengan tema Jateng Remen.
Berdasarkan pernyataan tertulis yang diterima Antara, Kamis, Rektor USM Andi Krida Susila menjelaskan bahwa Festival Komukino sebenarnya menunjukkan mahasiswa telah mampu mencapai fase keempat pendidikan, yakni learn to live together.
Artinya, kata dia, bagaimana mahasiswa bisa bersinergi bersama dan mengajak lingkungan eksternal untuk bersama dengan semangat Jateng Remen melestarikan kebudayaan lokal.
"Kami berkomitmen untuk lebih peduli terhadap budaya dengan mengintegrasikan bidang akademik dengan persoalan di sekitar sehingga mahasiswa lebih peka," katanya.
Dipilihnya Hutan Wisata Tinjomoyo, diakuinya, sekaligus untuk lebih mengenalkan potensi wisata alam yang dimiliki Kota Semarang itu kepada masyarakat secara lebih luas.
Dipadukan dengan inovasi kuliner dari 35 kabupaten/kota di Jateng dan kreasi kuliner mahasiswa Ilmu Komunikasi FTIK USM, Festival Komukino berlangsung pukul 10.00 s.d. 21.00 WIB.
"Festival ini merupakan ajang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, tradisi, kuliner, dan menjadi upaya memperkukuh eksistensi kesenian dan kebudayaan lokal, khususnya Jateng," katanya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang hadir menyampaikan mahasiswa bukan cukup pintar secara intelektual, melainkan juga harus sadar terhadap persoalan sosial budaya di sekitarnya.
Dengan belajar memahami fungsi sosial, kata Hendi, sapaan akrabnya, mahasiswa bisa menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan dan ikut membantu mereka yang membutuhkan.
Beragam kegiatan berlangsung, seperti festival batik, festival jamu, kampoeng dolanan, workshop oleh Komunitas Kampoeng Hompimpa, dan talkshow bersama Hanny Nurmalita, Duta Jamu Jateng.
Pada festival itu, terpilih tiga komunitas penggerak budaya sebagai nominasi Komukino Award, yakni Wayang Beber Tani, Rumah Aksara Wilis Bersaudara, dan Angklung Academy.
Rumah Aksara Wilis Bersaudara yang menyebarkan virus budaya melalui dongeng, diskusi, dan workshop pembuatan wayang rotan akhirnya terpilih sebagai pemenang Komukino Award.
Berita Terkait
Wali Kota Semarang : Fesperin komitmen dukung pemberdayaan perempuan
Rabu, 13 November 2024 8:37 Wib
ISI Surakarta komitmen kembangkan festival film tingkat Asia Tenggara
Senin, 11 November 2024 20:01 Wib
Di angkringan Gunung Tidar lahir kepahlawanan sastra
Senin, 11 November 2024 8:46 Wib
"Sampoerna Fest" digelar di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang
Sabtu, 9 November 2024 22:31 Wib
UNS gelar Festival Gebyar Memanen bersama Petani Cilik
Senin, 4 November 2024 13:32 Wib
Kemenag akan gelar Religion Festival dan Kick Off Hari Santri
Senin, 7 Oktober 2024 18:14 Wib
"Festival Budaya Gebyar Maulid Nabi 2024", Kokola dukung UMKM Kudus
Senin, 7 Oktober 2024 13:50 Wib
Dirkeu ANTARA : BUMN Learning Festival tingkatkan kompetensi SDM
Minggu, 6 Oktober 2024 21:31 Wib