Sidak, Pertamina temukan rumah makan gunakan elpiji bersubsidi

id sidak elpiji

Sidak, Pertamina temukan rumah makan gunakan elpiji bersubsidi

Tim sidak dari Pertamina dan Pemkab Temanggung menukar tabung gas ukuran tiga kilogram dengan elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram di salah satu rumah makan di Temanggung. (Heru Suyitno)

Temanggung (Antaranews Jateng) - Tim monitoring dari PT Pertamina dan Pemkab Temanggung masih menemukan beberapa rumah makan di Temanggung, Jawa Tengah, menggunakan elpiji ukuran tiga kilogram yang merupakan barang bersubsidi.

Sekretaris Tim Pengawasan Tata Niaga Elpiji tiga kilogram dan BBM jenis tertentu Kabupaten Temanggung, Arif Mujiono, di Temanggung, Kamis, mengatakan inspeksi mendadak untuk memastikan penggunaan elpiji bersubsidi digunakan masyarakat skala rumah tangga.

"Kami menemukan beberapa rumah makan masih menggunakan elpiji bersubsidi," katanya.  

Ia mengatakan sidak sekaligus sosialisasi ini ingin menegaskan bahwa penggunaan elpiji bersubsidi bukan untuk kalangan industri.

Ia menuturkan pemakaian elpiji bersubsidi pada kalangan industri menjadi salah satu penyebab susahnya elpiji ukuran tiga kilogram di masyarakat.

Sales Eksekutif PT Pertamina Rayon 8 wilayah eks-Keresidenan Kedu, Ardian Sukarno, mengatakan elpiji bersubsidi masih banyak digunakan di kalangan industri. Sesuai aturan industri dengan aset Rp300 juta ke atas atau beromzet di atas Rp50 juta per bulan harus menggunakan elpiji nonsubsidi.

Ia menuturkan temuan di Temanggung, ada industri yang sudah 100 persen menggunakan elpiji nonsubsidi, tetapi ada yang 100 persen masih memakai elpiji bersubsidi, dan lainnya sebagian menggunakan elpiji bersubsidi dan nonsubsidi.

"Kami edukasi kalangan usaha untuk beralih ke elpiji nonsubsidi, karena elpiji bersubsidi hak dari masyarakat tidak mampu," katanya.

Ia menuturkan dalam sosialisasi ke sejumlah rumah makan tersebut Pertamina langsung menukar tabung elpiji bersubsidi dengan nonsubsidi. Dua tabung ukuran tiga kilogram ditukar satu tabung gas nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram.

"Pertamina menerapkan diskon khusus, pada penukaran itu yakni cukup membayar Rp25 ribu dari harga umum Rp70 ribu per dua tabung tiga kilogram dengan satu tabung 5,5 kilogram," katanya.

Sasaran sidak tersebut antara lain rumah makan, warung bakso, dan jasa katering. Di salah satu rumah makan, tim menemukan 11 tabung elpiji bersubsidi. Beberapa di antaranya sudah kosong dan??sebagian sedang digunakan.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar