Kesejahteraan meningkat, Papdi: Hipertensi jadi ancaman kesehatan

id Papdi, hipertensi

Kesejahteraan meningkat, Papdi: Hipertensi jadi ancaman kesehatan

Ketua Papdi Cabang Surakarta Bambang Purwanto (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Papdi) menyatakan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman masyarakat Indonesia.

"Hipertensi, diabetes militus, kelebihan berat badan, dan jantung masih menjadi masalah di Indonesia. Apalagi saat ini tingkat kesejahteraan masyarakat kan meningkat," kata Ketua Papdi Cabang Surakarta Bambang Purwanto di Solo, Senin.

Kondisi tersebut, dikatakannya, berdampak pada aktivitas fisik yang berkurang misalnya lebih banyak menggunakan mobil pribadi dibandingkan angkutan umum. Selain itu, kesejahteraan yang meningkat juga berdampak pada pola makan masyarakat.

 "Pendapatan meningkat sehingga lebih banyak makan enak," katanya.

Ia mengatakan hipertensi yang tidak terkontrol akan berisiko pada pecahnya pembuluh darah di otak dan stroke sehingga berdampak pada tingkat kematian yang cukup tinggi. 

Menurut dia, untuk menjadi sehat maka pola makan seseorang harus baik, yaitu banyak makan syuran, buah, ikan air yang bersisik, dan putih telur. Dalam hal ini dikatakannya, makanan yang dikonsumsi harus mengandung antioksidan dan serat.

 "Serat baik untuk pencernaan, sedangkan antioksidan baik untuk menghambat proses penuaan sekaligus memelihara pembuluh darah. Kalau ikan bersisik mengandung protein tinggi, rendah lemak, dan mengandung omega 3 yang berfungsi memelihara pembuluh darah," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, selain harus menjaga pola makan yang sehat, hal lain yang juga harus dilakukan adalah olahraga minimal dua hari sekali.

 "Baiknya setiap hari, tetapi paling tidak dua hari sekali karena efek training hanya berlangsung 2x24 jam. Tidak usaha terlalu lama, paling tidak pemanasan 5-10 menit, jalan cepat 30 menit," katanya.

Meski demikian, ia mengimbau agar olahraga yang dilakukan bersifat individu karena lebih aman daripada olahraga yang sifatnya berkelompok atau berlawanan seperti tenis, sepakbola, dan basket.

 "Olahraga ini juga bisa dilakukan oleh orang yang menderita penyakit, misalnya penyakit ginjal. Dengan olahraga yang rutin justru kondisi baik, pembuluh darah jadi lebar, risiko komplikasi berkurang, memacu endorphin. Endorphin ini efeknya seperti morphin, membuat orang bahagia, tetapi ini lebih aman karena alami," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar