"Game" karya MAN Kudus ini terbaik se-Asia Tenggara

id game MAN Kudus,juara Asia Tenggara

Salah seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, tengah mempraktikkan game edukasi tiga dimensi (3D) berbasis realitas bertambah (augmented reality/AR). Aplikasi game edukasi yang dibuat oleh tiga pelajar MAN 2 Kudus itu berhasil menjadi juara pertama pada ajang game development tingkat Asia Tenggara. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Tiga pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil meraih juara pertama dalam perlombaan pembuatan aplikasi game atau permainan edukasi tingkat Asia Tenggara oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Bangkok, Thailand.

Menurut salah satu pelajar MAN 2 Kudus Amik Rafly Azmi Ulya di Kudus, Senin, aplikasi permainan yang bersifat edukasi tersebut disusun bersama dua temannya, yakni Umar Said Gunawarman dan Muhammad Abdul Masjid.

Dalam memainkan permainan tersebut, katanya, cukup menginstal aplikasi permainan SE AR (animal education based on augmented reality) di smartphone, kemudian kamera telepon diarahkan ke objek gambar hewan yang disediakan.

"Hewan yang awalnya berbentuk gambar di kertas, akan tampil seperti sungguhan dan bisa digerakkan," ujar siswa jurusan MIPA kelas XII itu.

Selain itu, setiap gambar memunculkan informasi tentang karakteristik hewan, serta menampilkan suara sesuai jenis hewan yang ada di gambar.

Aplikasi game SE AR merupakan aplikasi pendidikan tiga dimensi (3D) berbasis realitas bertambah (augmented reality/AR) yang mengajak anak mau belajar tentang hewan lewat visualisasi aplikasi tiga dimensi tersebut.

Jumlah contoh hewan yang disediakan, untuk sementara tujuh hewan, yakni kuda, jerapah, anjing, hiu, garuda, ayam jago, dan unta.

Dalam mengikuti perlombaan di ajang "game development" tingkat Asia Tenggara, ketiga pelajar tersebut hanya mengikuti secara daring.

"Mulai dari pelatihan hingga pembuatan projeknya dilakukan secara daring atau online," ujarnya.

Demikian halnya, kata dia, ketika melakukan presentasi juga melalui teleconference.

Penyusunan program aplikasi permainan tersebut, membutuhkan waktu 25 hari yang mulai dikerjakan pada Desember 2017.

Sementara awal Januari 2018, kata dia, fokus untuk "finishing".

Untuk mencari ide awal yang berlangsung selama lima hari, ketiga pelajar tersebut dibantu Miftakhul Falah sebagai guru pendamping.

Awalnya, kata dia, dirinya bersama temannya memiliki dua ide, namun setelah mendapatkan penjelasan dari guru pendamping bahwa aplikasi yang berpeluang menjadi juara harus sederhana dan simpel.

"Karena sifatnya edukasi, maka kami mencoba membuat media pembelajaran visualisasi yang lebih baik agar anak-anak bisa menvisualisasikan hewan dengan baik tanpa harus melihatnya secara langsung di kebun binatang," ujarnya.

Hasilnya, ketiga pelajar tersebut berhasil menjadi yang terbaik dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) di Bangkok Thailand dan berhasil menyisihkan 992 peserta dari enam negara.

Kepala MAN 2 Kudus Shofi mengaku, bersyukur anak didiknya berhasil menjadi juara pada ajang perlombaan game development tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan SEAMEO yang diikuti 992 peserta di dunia.

Para pelajar tersebut, kata dia, menerima penghargaan berupa piagam serta uang pembinaan senilai 500 dollar AS di kantor perwakilan SEAMEO di Jakarta pada Selasa (6/2).

"Mudah-mudahan, prestasi tersebut membawa dampak positif bagi MAN 2 Kudus di dunia internasional, demikian halnya Kementerian Agama," ujarnya.

Aplikasi permainan SE AR akan disempurnakan agar nantinya dapat diunduh lewat google play store, sehingga masyarakat bisa menikmati dan memainkannya.


Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar