Radio Komunitas Diminta Ikut Tangkal Hoaks

id kpid jateng, budi setya purnomo

Radio Komunitas Diminta Ikut Tangkal Hoaks

KPID (Foto: antaranews.com)

Semarang, ANTARA JATENG - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah meminta para pengelola radio komunitas yang tersebar 35 kabupaten/kota, ikut menangkal berita bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat.

"Radio komunitas juga diminta tidak memperbanyak konten siaran yang bersumber dari internet dan media sosial karena terkadang sulit membedakan mana fakta, opini, kabar bohong (hoaks), bahkan ada pula ujaran kebencian dan informasi yang mengandung SARA," kata Ketua KPID Jateng Budi Setya Purnomo di Semarang, Selasa.

Selain itu, radio komunitas diharapkan menghindari penggunaan bahasa asing, dan sebaliknya harus melestarikan bahasa lokal di masyarakat.

Menurut dia, secara filosofis radio komunitas didirikan oleh sebuah komunitas yang menginginkan adanya informasi alternatif sehingga jangan sampai informasi radio hanya dikuasai oleh radio swasta.

Radio komunitas, kata dia, jangan meninggalkan komunitasnya, tapi harus berfungsi untuk kepentingan komunitasnya.

"Radio komunitas itu dari, oleh, untuk dan tentang komunitas, bukan yang lainnya," ujarnya.

Oleh karena itu, radio komunitas diharapkan memberikan manfaat bagi komunitas atau masyarakat dan konten siaran radio komunitas juga harus lebih baik jika dibandingkan dengan jasa penyiaran lain.

"Radio komunitas jangan hanya menyajikan hiburan, tapi sajikanlah konten siaran yang mengandung pendidikan, informasi, dan kontrol sosial," katanya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar