Logo Header Antaranews Jateng

Ketua KPID Jateng menyarankan mahasiswa ambil jeda di rutinitas digital

Kamis, 23 April 2026 14:57 WIB
Image Print
Seminar bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Bangun Generasi Sehat Mental dan Digital" di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Kamis (23/4/2026) ANTARA/HO-UIN Walisongo Semarang

Semarang (ANTARA) - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah Muhammad Aulia menyarankan mahasiswa mengambil jeda dalam rutinitas digitalnya agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus informasi yang masif.

"Ketergantungan terhadap gawai membuat kita rentan terpapar konten yang menonjolkan kenestapaan atau drama yang sebenarnya tidak berdampak positif bagi psikologis," kata Aulia saat seminar bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Bangun Generasi Sehat Mental dan Digital" di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Kamis.

Ia mengritisi tren media saat ini yang sering mengeksploitasi kesedihan demi popularitas.

Ia mengatakan masyarakat saat ini terjebak dalam ekosistem digital yang "berisik" dan dipaksa mengonsumsi konten berkualitas rendah yang hanya mengejar viralitas.

Sementara Ketua Jurusan KPI FDK UIN Walisongo Silvia Riskha Fabriar Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang mengatakan literasi digital bagi mahasiswa komunikasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban.

Sebagai calon praktisi komunikasi, kata dia, mahasiswa dituntut menjadi produsen konten yang bertanggung jawab.

"Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi kreator yang paham etika dan regulasi penyiaran," katanya.

Dengan demikian, kata dia, kolaborasi strategis antara akademisi dan regulator penyiaran dapat mencetak generasi komunikator yang kritis.

Ia menambahkan mahasiswa juga diminta bijak bermedia sosial sehingga terhindar dari ancaman kerusakan kesehatan mental

Baca juga: KPID Jateng ungkap kondisi 40 lembaga penyiaran



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026