
Smartfren Perkuat Status Operator GSM

Semarang, ANTARA JATENG - Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk berupaya memperkuat status sebagai operator "Global System for Mobile Communication (GSM)" melalui produk terbarunya Smartfren 4G GSM+.
"Selama ini Smartfren masih dianggap hanya CDMA, hanya bisa digunakan untuk Andromax, kami ingin mengikis pemahaman tersebut," kata Regional Head North Central Java Smartfren F.J. Arinto Utama di sela peluncuran produk kartu perdana Smartfren 4G GSM+ di Hotel Wimarion Semarang, Senin.
Dia mengatakan untuk pemasaran produk tersebut, Smartfren menggandeng sejumlah merek telepon seluler ternama, di antaranya Samsung, Lenovo, dan Oppo.
Dia mengatakan untuk pembelian perangkat telepon seluler merek Samsung, Lenovo, dan Oppo tipe tertentu dengan sistem 4G LTE akan memperoleh "starter pack" berupa kartu perdana 4G GSM+.
"Ketiga `brand` ini memiliki pangsa pasar yang kuat, sekarang menjadi `market leader`. Bahkan, pangsa pasar Samsung saja sudah mencapai 40 persen," katanya.
Kondisi tersebut berbeda dengan pangsa pasar Andromax atau telepon seluler keluaran Smartfren yang hingga saat ini masih di angka 4 persen.
"Kalau kami hanya fokus di Andromax otomatis hanya bertahan di 4 persen ini. Oleh karena itu, kami menggandeng `brand` yang menjadi `market leader`. Dengan demikian pelanggan baru akan selalu ada," katanya.
Selain ketiga merek telepon seluler tersebut, masih ada sejumlah merek lain yang digandeng untuk pemasaran kartu perdana 4G GSM+ milik Smartfren itu, di antaranya Motorola seri Z, Sony, Lava, Xiomi, Asus, dan Huawei.
Terkait dengan penjualannya, mengingat banyak merek telepon seluler yang digandeng, pihaknya optimistis penjualan kartu perdana 4G GSM+ di Jawa Tengah selama semester pertama tahun ini bisa mencapai 250.000 kartu.
Pewarta: Aris Wasita Widiastuti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
