Asyiknya Wisata Petik Buah di Botania Garden Purbalingga

id wisata, petik, buah, botania, garden

Asyiknya Wisata Petik Buah di Botania Garden Purbalingga

Ilustrasi - Memetik jeruk. (ANTARA SUMBAR/Joko Nugroho)

Purbalingga, ANTARA JATENG - Destinasi wisata petik buah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, bertambah dengan hadirnya Botania Garden di Desa Wisata Karangcengis, Purbalingga.

"Ada satu destinasi wisata lagi hadir di Purbalingga," kata Pegiat wisata Desa Karangcengis sekaligus sebagai ketua pengelola Bogar, Abdi Legowo melalui siaran pers di Purbalingga, Minggu.

Dia menjelaskan jika sebelumnya ada wisata petik stroberi di Desa Wisata Serang, Karangreja, kini wisatawan bisa mengalihkan kunjungan ke Botania Garden (Bogar) di rintisan Desa Wisata Karangcengis, Kecamatan Bukateja.

Agro wisata tersebut, kata dia, memang dalam tahap persiapan. Rencananya secara resmi mulai dibuka pada libur Lebaran 2017.

"Namun, saat ini pengunjung sudah bisa mencoba mengunjunginya dan membeli buah di kebun Bogar. Harganya tak perlu menawar karena di bawah harga pasaran," katanya.

Untuk mencapai Botania Garden, kata dia, dari perempatan Ngebrak di wilayah Bukateja, pengunjung mengambil jalan ke arah timur, atau arah Desa Karangcengis.

"Jalur itu merupakan jalur tembus yang sudah beraspal halus menuju wilayah Kecamatan Rakit Banjarnegara. Kendaraan kecil, apalagi bus juga bisa melewati jalan itu," katanya.

Abdi Legowo mengungkapkan, ide mengembangkan wisata agro petik buah mulai dijalankan dua bulan lalu.

"Hal ini berlatarbelakang dari luasnya kebun buah-buahan di Desa Karangcengis dan panen yang melimpah," katanya.

Jika musim panen raya tiba, kata dia, harga buah-buahan bisa turun di kalangan petani.

"Kami mulai memberdayakan petani untuk diajak bergabung dalam Botania Garden. Petani tidak mengeluarkan biaya tambahan, justru mendapat keuntungan lebih jika menjual ke wisatawan," katanya.

Keuntungan lebih ini, kata dia, tentu dengan harga jual buah yang hampir sama di pasaran.

"Jika dijual di tengkulak, tentunya harganya jauh di bawah harga pasaran," katanya.

Abdi Legowo menuturkan, saat ini Bogar mengelola 183 hektare kebun buah milik petani.

Dia menambahkan petani tetap menggarap kebunnya sendiri-sendiri sementara pengelola mengatur kunjungan wisatawan ke kebun yang sudah siap panen.

"Semula kami ragu untuk menjual paket wisata agro ini karena buah-buahan tergantung musim. Namun, dengan panen buah jambu biji dan jambu kristal yang melimpah dan hampir setiap hari, kami beranikan untuk membentuk komunitas pengelola Bogar," katanya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar