Banyumas Laksanakan Gerakan Bersama Percepatan Masa Tanam

id banyumas laksanakan gerakan bersama percepatan masa tanam

Banyumas Laksanakan Gerakan Bersama Percepatan Masa Tanam

Ilustrasi - Sejumlah buruh tani menanam padi di areal persawahan Desa Dukuhringin, Tegal, Jawa Tengah, Senin (18/4). Menurut petani setempat pada musim tanam kedua mereka mulai menanam padi untuk mengejar musim hujan yang masih berlangsung agar tetap

Purwokerto, Antara Jateng - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) setempat melaksanakan gerakan bersama percepatan masa tanam, kata Kepala Dintanbunhut Banyumas Tjutjun Sunarti.

"Gerakan bersama percepatan masa tanam itu dilakukan karena hingga sekarang masih banyak sawah yang belum diolah seperti di Jatilawang, Rawalo,dan Kebasen meskipun sudah lama panen," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut dia, petani setempat dalam pemantauan dinas, penyuluh, dan berbagai pihak yang berkaitan dengan gerakan bersama percepatan masa tanam.

Dalam hal ini, kata dia, petani setempat harus segera mengolah sawah dan menanam padi.

"Jangan menunda-nunda tanam. Tidak ada alasan menunda tanam kecuali kalau tanahnya batu," tegasnya.

Ia mengatakan berdasarkan data hingga minggu pertama bulan Oktober, luas sawah di Banyumas yang sudah ditanami padi baru mencapai kisaran 300 hektare dari total luasan sawah 32.307 hektare.

Sementara luasan sawah yang belum selesai panen, dia memperkirakan masih seratusan hektare.

"Enggak banyak, mungkin seratusan hektare. Sawah-sawah yang baru atau belum selesai panen ini karena masa tanamnya mundur," jelasnya.

Disinggung mengenai area persawahan rawan banjir, Tjutjun mengatakan sawah-sawah itu berada di Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, dan Rawalo.

Akan tetapi, kata dia, tidak semua sawah di kecamatan-kecamatan tersebut rawan banjir.

"Tidak semua, hanya di beberapa titik saja dan luasnya kurang dari 1.000 hektare," katanya.

Terkait hal itu, dia mengimbau petani yang berada di wilayah rawan banjir untuk mengikuti asuransi usaha tani padi (AUTP) karena jika sampai gagal panen akibat banjir, serangan hama, dan sebagainya bisa mendapatkan klaim asuransi.

Menurut dia, jumlah sawah di Banyumas yang diasuransikan terus bertambah seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan pemahaman petani.

"Pada musim tanam sebelumnya, ada sekitar 4.000-6.000 hektare sawah yang kami fasilitasi untuk mengikuti AUTP. Namun sekarang sudah banyak petani yang ikut AUTP secara mandiri dengan mendatangi PT Jasindo (operator asuransi, red.)," katanya.

Ia mengatakan PT Jasindo saat sekarang pun sudah turun ke lapangan secara rutin untuk menyosialisasikan AUTP kepada petani.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar