
Tegangan Listrik Melonjak, Peralatan Elektronik Rusak

"Saat ini, kami meminta pemerintah desa setempat melakukan pendataan jumlah peralatan elektronik milik warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus, yang diduga rusak akibat kenaikan tegangan listrik PLN pada Jumat (1/8) malam," kata Manajer PLN Rayon Kudus Kota, Agus Suwarsono di Kudus, Senin.
Dalam waktu dekat, kata dia, akan diterjunkan petugas bersama tenaga servis peralatan elektronik guna memastikan tingkat kerusakan peralatan elektronik milik warga.
Awalnya, kata dia, masyarakat menginformasikan adanya listrik padam di kawasan setempat.
Kemudian, lanjut dia, dilakukan pengecekan dan dilakukan penggantian travo pada Jumat (1/8) sekitar pukul 22.00 WIB.
Pada keesokan harinya, kata dia, PLN Kudus menerima laporan warga adanya kerusakan sejumlah peralatan elektronik yang diduga akibat kenaikan tegangan listrik PLN.
Setelah dilakukan pengecekan, kata dia, memang ada sambungan kabel pada travo yang tidak sempurna sehingga menimbulkan kenaikan tegangan listrik PLN melebihi batas maksimal.
Seharusnya, lanjut dia, permasalahan seperti itu bisa diantisipasi jika dilakukan pengecekan terlebih dahulu, terutama tegangan listrik PLN usai diperbaiki.
Berdasarkan laporan warga, tercatat ada 34 rumah warga yang mengeluhkan peralatan elektroniknya seperti perangkat komputer, laptop, lampu, dan perangkat audio serta peralatan elektronik laiknya mengalami kerusakan.
Kepala Desa Jepang Pakis, Sakroni membenarkan, bahwa ada 34 warga yang melaporkan peralatan elektroniknya mengalami kerusakan akibat naiknya tegangan listrik PLN pascaperbaikan.
"Untuk sementara, tercatat ada 34 warga yang terkena dampak tersebut, sedangkan jumlah perangkat elektroniknya belum dihitung secara rinci," ujarnya.
Adapun jumlah total kerugian, dia memperkirakan, bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Hasil pertemuan dengan pihak PT PLN, kata dia, sudah ada kesepakatan dan PLN juga siap bertanggung jawab atas kerusakan sejumlah peralatan elektronik warga tersebut.
Surahmat, pemilik jasa studio musik di Desa Jepang Pakis mengakui, perangkat audionya seharga Rp20-an juta, satu unit komputer, dan televisi serta lampu mengalami kerusakan yang diduga akibat nainya tegangan listrik.
"Kami belum mengetahui apakah kerusakannya itu bersifat ringan atau berat. Total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp23 jutaan," ujarnya.
Hal serupa juga dialami warga lainnya, Agus mengakui, enam lampu di rumahnya mati dan ada yang meledak serta satu buah monitor LCD miliknya juga mati yang diduga akibat kenaikan tegangan listrik PLN.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
