Lomba orasi yang digelar di Aula SMP Kanisius diikuti 24 siswa yang merupakan perwakilan dari masing-masing kelas VII, VIII dan IX.

Setiap kelas mengirimkan perwakilan tiga siswa untuk berorasi dengan tema antikorupsi.

Meskipun lomba orasi hanya diikuti 24 siswa, semua siswa SMP Kanisius yang berjumlah 240 orang tetap antusias menghadiri acara tersebut untuk menyaksikan teman-temannya berorasi di depan ratusan murid.

Salah seorang peserta orasi, Gilarius Angiat Akselerando Malaumaneh mengaku, senang dipercaya untuk mengikuti lomba orasi.

"Orasi yang saya bawakan di hadapan ratusan siswa berisi tentang korupsi dan cara berantas korupsi yang dimulai dari diri sendiri," ujar Gilarius yang meraih juara pertama pada lomba orasi.

Ia berharap, Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) tidak kapok memberantas korupsi, meskipun para pelakunya tergolong kelas kakap.

"Kami dukung KPK dalam memberantas korupsi, meskipun tersangkanya ada yang setingkat menteri," ujarnya.

Sejauh ini, lanjut dia, pemberantasan korupsi oleh KPK sudah maksimal. Akan tetapi, KPK juga harus mampu mengimbangi kepiawaian para koruptor dalam merampas kekayaan negara.

Kepala SMP Keluarga Kudus, Martinus Basuki Sugita mengungkapkan, orasi yang digelar hari ini, merupakan peringatan Hari Antikorupsi se-dunia yang jatuh pada 9 Desember 2012 serta Hari Ulang Tahun Pendidikan Antikorupsi pada 19 Desember 2012.

"Harapan kami, anak akan selalu ingat bahwa ada gerakan antikorupsi yang terwujud dalam pendidikan antikorupsi," ujarnya.
Selain itu, dia juga ingin mengajak para siswa untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran sebagai inti antikorupsi.

Terkait dengan dipilihnya lomba orasi pada peringatan Hari Antikorupsi, katanya, sebagai pembelajaran siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, karena setiap peserta dituntut pandai mengolah kalimat untuk menggelorakan semangat kepada teman-temannya dalam berperang lawan korupsi.

Konsistensi SMP Kanisius Kudus dalam mendukung perjuangan KPK dalam memberantas korupsi juga diakui oleh KPK.
Bahkan, SMP Kanisius juga berulang kali menggelar kegiatan dalam mendukung KPK.

Berdasarkan catatan KPK, sekolah tersebut mulai menunjukan dukungan terhadap KPK dimulai tahun 2005 dengan mencanangkan kantin kejujuran.

Kemudian, pada tahun 2008 sekolah tersebut kembali berinovasi dengan menyediakan fasilitas telepon kejujuran bagi semua siswanya.