
PWI Kudus peringati HPN 2026 dengan perlombaan pelajar

Kudus (ANTARA) - PWI Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar pekan literasi pelajar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diisi dengan perlombaan tingkat pelajar bertema "Kearifan Lokal" sebagai upaya membudayakan dan memperkuat literasi anak sejak dini.
Pekan literasi pelajar tersebut dipusatkan di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus, Rabu, dan diikuti 189 pelajar dari jenjang TK, SD, hingga SMP.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus Saiful Annas menyampaikan dalam pekan literasi pelajar ini sedikitnya ada tiga perlombaan yang digelar, yakni lomba mewarnai, mendongeng, dan menulis surat kepada Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus.
"Pekan literasi pelajar ini kami selenggarakan untuk menyambut HPN yang jatuh pada 9 Februari 2026. Lomba mewarnai diperuntukkan bagi anak didik TK, mendongeng untuk siswa SD, dan menulis surat bagi pelajar SMP," ujarnya saat pembukaan Pekan Literasi Pelajar 2026 di PBG.
Annas menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini. Antusiasme peserta pun terbilang tinggi, bahkan hingga penutupan pendaftaran masih ada pelajar yang ingin mengikuti lomba.
"Tujuan utamanya menumbuhkan literasi siswa. Khusus lomba menulis surat, kami ingin melihat curahan hati mereka, terutama terkait dunia pendidikan," ungkapnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Kudus Endhah Endhayani mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sejalan dengan program penguatan literasi di daerah.
"Saya mengapresiasi PWI Kudus yang telah mengadakan kegiatan ini. Harapannya kegiatan ini menjadi awal dan bisa terus berlanjut sebagai salah satu cara mensosialisasikan literasi kepada anak-anak sekolah," ujarnya.
Menurut Endhah literasi perlu dibudayakan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk para Bunda Literasi di tingkat wilayah untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Melalui kegiatan seperti mendongeng dan menulis, anak-anak dapat mengekspresikan minat dan bakatnya secara positif.
"Literasi harus menjadi tren baru. Kita perlu menyeimbangkan penggunaan gadget dengan aktivitas literasi, sekaligus mengajak anak-anak untuk kembali gemar datang ke perpustakaan," ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Zubaidi juga memberikan apresiasi kepada PWI Kudus yang telah turut memikirkan dunia pendidikan melalui kegiatan literasi.
"Literasi anak kita masih relatif rendah. Sekarang anak-anak lebih banyak menggunakan gadget untuk bermain gim online, terutama usia PAUD. Ini tantangan kita bersama," ujarnya.
Ia menambahkan perkembangan anak perlu didukung secara seimbang melalui tiga ranah utama, yakni emosional, psikomotorik, dan motorik fisik. Menurut dia, saat ini kemampuan motorik fisik anak perlu lebih digalakkan.
Selain itu, Zubaidi menyebut peserta lomba berprestasi berpeluang memanfaatkan piagam penghargaan sebagai salah satu syarat mendaftar SPMB jalur prestasi, sehingga kegiatan literasi juga memberikan manfaat nyata bagi masa depan pendidikan anak.
Dengan adanya pekan literasi pelajar ini, diharapkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari keseharian pelajar di Kabupaten Kudus.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
