
Polresta Banyumas antisipasi pencurian ternak jelang Idul Adha

Purwokerto (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jawa Tengah, meningkatkan langkah antisipasi pencurian ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui patroli terpadu, edukasi kepada peternak, serta pengaktifan kembali satuan keamanan lingkungan di wilayah pedesaan.
Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, mengatakan langkah antisipatif tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap sejumlah kasus pencurian ternak yang sempat terjadi pada periode menjelang Idul Adha tahun sebelumnya.
"Untuk mengantisipasi, kami sudah melakukan beberapa langkah. Yang pertama adalah upaya pre-emtif dan edukasi kepada masyarakat, selain kami juga meningkatkan patroli," katanya.
Ia mengatakan personel Bhabinkamtibmas telah diperintahkan untuk menyambangi para peternak secara langsung guna memberikan penyuluhan terkait pengamanan kandang dan pencegahan tindak kriminal.
Menurut dia, para peternak diimbau untuk memperkuat sistem penguncian kandang, menyediakan penerangan yang cukup di sekitar area ternak, tidak melepas hewan tanpa pengawasan, baik pada siang maupun malam hari, serta memasang kamera pengawas atau CCTV di titik strategis jika memungkinkan.
"Yang paling penting dalam upaya pre-emtif ini adalah peran Bhabinkamtibmas kami untuk menyambangi peternak secara langsung dan memberikan penyuluhan mengenai keamanan kandang," katanya menegaskan.
Selain itu, kata dia, Polresta Banyumas juga menggandeng masyarakat dengan mendorong pengaktifan kembali satuan keamanan lingkungan (satkamling) dan kegiatan ronda malam guna menjaga keamanan wilayah, khususnya di sentra peternakan hewan kurban.
"Kami mendorong masyarakat untuk mengaktifkan kembali dan meningkatkan kegiatan satkamling atau ronda malam untuk menjaga keamanan lingkungan," katanya.
Ia mengatakan jajaran kepolisian juga melakukan pendataan terhadap peternak, khususnya pemilik hewan kurban di masing-masing desa, guna memudahkan pemetaan wilayah rawan dan penyusunan pola pengamanan.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, patroli gabungan akan melibatkan personel kepolisian dari polsek, Bhabinkamtibmas, serta warga yang tergabung dalam kegiatan satkamling.
Menurut dia, patroli difokuskan pada jam-jam rawan, mulai malam hingga menjelang subuh.
Kendati demikian, dia mengatakan pola pengamanan akan disesuaikan dengan evaluasi kasus sebelumnya, termasuk adanya kejadian pencurian yang berlangsung pada waktu selepas Maghrib hingga malam hari.
"Masukan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Jika sebelumnya ada kejadian setelah Maghrib hingga Isya, tentu pola patroli akan kami sesuaikan mulai waktu tersebut sampai menjelang subuh," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.
Dengan langkah tersebut, Kapolresta mengharapkan keamanan ternak milik masyarakat, khususnya hewan kurban menjelang Idul Adha, dapat lebih terjamin sehingga potensi tindak pencurian dapat ditekan semaksimal mungkin.
Berdasarkan data, kasus pencurian ternak marak terjadi di Kabupaten Banyumas menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 Masehi, dua orang kawanan pelaku berhasil ditangkap warga Desa Karangsalam Lor, Kecamatan Baturraden, dan selanjutnya diserahkan kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah melakukan pencurian kambing di 20 lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Banyumas seperti Kecamatan Baturraden, Kedungbanteng, Sumbang, Karanglewas, Cilongok, dan Jatilawang,
Khusus di wilayah Kecamatan Baturraden, kawanan tersebut telah melakukan pencurian di tujuh lokasi, antara lain Desa Kemutug Kidul, Kemutug Lor, Karangsalam, dan Kutasari.
Sebagian kasus pencurian ternak itu dilakukan sekitar pukul 18.00-19.00 WIB saat warga melaksanakan ibadah Shalat Maghrib dan dilanjutkan dengan Shalat Isya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
