Blora (ANTARA) - Realisasi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga pertengahan 2026 menunjukkan tren positif karena mencapai Rp54.967.086.977 atau sekitar 38 persen dari target tahun ini sebesar Rp145,31 miliar.
"Penerimaan pajak tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan kapasitas fiskal daerah di tengah upaya pemerintah daerah mendorong pembangunan dan peningkatan pelayanan publik," kata Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora Pitoyo Trusingtyas Sarodjo di Blora, Kamis.
Sejumlah sektor pajak, kata dia, menunjukkan perkembangan cukup baik, terutama dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), BPHTB, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Ia menjelaskan dari sejumlah pos penerimaan sumbangan terbesar berasal dari PBJT tenaga listrik dengan realisasi Rp14,68 miliar atau 42 persen dari target. Selain itu, sektor restoran juga mencatat capaian cukup tinggi, yakni Rp2,39 miliar atau 48 persen dari target.
Sektor hiburan menjadi salah satu jenis pajak dengan persentase capaian tertinggi, yakni sebesar 55 persen atau Rp269,3 juta. Sementara itu, pajak hotel terealisasi Rp486,4 juta, pajak parkir Rp165 juta, dan pajak reklame Rp562,4 juta.
Di sisi lain, kata dia, penerimaan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp6,27 miliar atau 46 persen dari target tahunan.
"Tingginya capaian BPHTB menunjukkan aktivitas transaksi properti di Kabupaten Blora masih cukup dinamis," ujarnya.
Adapun realisasi PBB hingga saat ini mencapai Rp7,86 miliar atau sekitar 31 persen dari target tahunan.
Pitoyo menambahkan pihaknya terus melakukan berbagai langkah optimalisasi pendapatan daerah, mulai dari peningkatan kepatuhan wajib pajak, pendataan objek pajak baru, hingga pengawasan terhadap potensi penerimaan yang belum tergarap maksimal.
"Pemkab berharap tren positif ini terus terjaga sehingga target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026 dapat tercapai secara optimal," ujarnya.
Baca juga: Samsat Blora mencatat penerimaan pajak kendaraan bermotor Rp68,32 miliar