Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat tingkat pengangguran terbuka di provinsi ini pada Februari 2026 mencapai 4,24 persen, mengalami penurunan sekitar 0,09 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
"Tingkat pengangguran terbuka Februari 2025 tercatat sebesar 4,33 persen, turun menjadi 4,24 persen di Februari 2026," kata Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said di Semarang, Selasa.
Ia menuturkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 tercatat 22,33 juta orang.
Menurut dia, jumlah tersebut naik 0,45 juta orang dibandingkan dengan Februari 2025.
Hal tersebut, lanjut dia, menunjukkan dari 100 orang yang bekerja, terdapat empat orang pengangguran berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional.
Ia menjelaskan jika dilihat dari tempat tinggal, tingkat pengangguran di perkotaan yang mencapai 4,77 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pengangguran di perdesaan yang 3,48 persen.
Dilihat dari tingkat pendidikan, lanjut dia, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) menempati posisi tertinggi pengangguran di Jawa Tengah.
"Pengangguran dengan latar belakang pendidikan SMK mencapai 6,75 persen dari total jumlah pengangguran," katanya.
Jumlah penduduk bekerja di Jawa Tengah pada Februari 2026 tercatat 21,38 juta orang.
Ia menuturkan lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar yakni sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan 4,85 juta orang atau 27,37 persen.