Temanggung (ANTARA) - Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pelatihan juru sembelih halal (juleha) sebagai langkah strategis memperkuat jaminan kehalalan produk pangan di masyarakat.
Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto di Temanggung, Sabtu, mengatakan pelatihan tidak hanya relevan untuk kebutuhan Idul Adha, tetapi juga penting dalam membangun kesadaran masyarakat terkait konsep halal secara menyeluruh.
"Halal tidak hanya soal doa dan tata cara penyembelihan secara syariat, tetapi juga mencakup proses, cara, hingga tempat penyembelihan. Ini penting agar masyarakat semakin yakin terhadap produk hewani yang dikonsumsi," katanya.
Menurut dia, pelatihan ini juga memiliki dampak ekonomi karena sertifikat yang diperoleh peserta dapat digunakan untuk mengikuti uji kompetensi juru sembelih halal. Kebutuhan tenaga bersertifikat pun terus meningkat, terutama di rumah potong unggas yang telah mengantongi sertifikasi halal.
DKPPP juga menekankan pentingnya standar tempat penyembelihan, termasuk pemisahan lokasi dan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari prinsip halal.
"Kebersihan adalah bagian dari iman dan menjadi dasar kesehatan serta kualitas produk," katanya.
Ketua MUI Kabupaten Temanggung Muhammad Thobiq, mengatakan kegiatan ini sebagai wujud sinergi nyata antara MUI dan pemerintah daerah dalam menjamin keamanan pangan umat.
Ia menegaskan, halal harus dipahami secara komprehensif, tidak hanya dari aspek fikih, tetapi juga seluruh rantai proses pangan.
"Kami ingin memberikan ketenangan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum bagi masyarakat bahwa apa yang dikonsumsi benar-benar halal," katanya.
Ia menuturkan, MUI berharap kolaborasi dengan dinas terkait, Baznas dan Laznas dapat terus diperkuat demi pemerataan program di seluruh wilayah Temanggung.