
"Nyadran Bhumi Phala", bentuk wujud syukur dan komitmen merawat alam Temanggung

Temanggung (ANTARA) - Perwakilan kepala desa dari 20 kecamatan se-Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah bersama tokoh agama, masyarakat, petani, dan seniman berkumpul dalam momentum Nyadran Bhumi Phala sebagai wujud syukur dan komitmen rawat alam Temanggung yang digelar di rest area Kledung, kabupaten setempat.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Sabtu, menyampaikan kegiatan ini menjadi ajang silaturahim sekaligus ungkapan rasa syukur atas karunia alam yang melimpah di wilayah Temanggung.
Ia menyampaikan Kabupaten Temanggung dianugerahi keindahan alam luar biasa, dikelilingi oleh tiga gunung megah, yaitu Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Prahu.
Menurut dia, keindahan tersebut menjadi anugerah istimewa yang tidak dimiliki oleh banyak daerah lain. Selain panorama alam, Temanggung juga dikenal memiliki tanah yang subur, yang tersebar di 20 kecamatan. Kondisi ini menjadikan sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Ia menuturkan dari pertanian, Temanggung dikenal sebagai "Bhumi Phala" yang mencerminkan kekuatan dan kemandirian dalam mengelola sumber daya alam.
Nyadran Bhumi Phala merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah meletakkan dasar pertanian di Temanggung. Nilai tersebut juga tercermin dalam semangat Swadaya Bhumi Phala yang menekankan usaha mandiri dan kerja keras dalam mencapai kemakmuran.
Melalui kegiatan ini, katanya, masyarakat bersama-sama memanjatkan doa agar hasil pertanian semakin subur dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga. Harapannya, rezeki yang diperoleh senantiasa melimpah, berkah, dan membawa kebaikan bagi kehidupan masyarakat.
Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam. Masyarakat diajak untuk merawat lingkungan agar tidak mengalami kerusakan, mengingat alam yang indah ini merupakan warisan berharga bagi generasi mendatang.
"Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga dan melestarikan alam Temanggung sebagai Bhumi Phala, demi keberlanjutan kehidupan anak cucu di masa depan." katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
