Logo Header Antaranews Jateng

Bulog gelontorkan 3.000 liter MinyaKita guna stabilisasi harga di Kudus

Kamis, 30 April 2026 22:00 WIB
Image Print
Seorang pedagang di Pasar Bitingan Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan Minyakita yang diperoleh dari Perum Bulog untuk stabilisasi harga minyak goreng, Kamis (30/4/2016). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Pati, Jawa Tengah, menggelontorkan 250 dos atau setara 3.000 liter minyak goreng berlabel MinyaKita di Pasar Bitingan Kudus, sebagai upaya menstabilkan harga di pasaran.

"Sebelumnya harga minyak goreng berlabel MinyaKita sempat mengalami kenaikan di atas harga eceran tertinggi (HET). Sehingga dilakukan penggelontoran untuk stabilisasi harga," kata Kepala Gudang Bulog Kudus Fendrayana Rachma di Kudus, Kamis.

Ia mengatakan penggelontoran difokuskan di Pasar Bitingan Kudus karena merupakan salah satu pasar pantauan dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

"Penggelontoran ini juga menyesuaikan permintaan dari dinas terkait sebagai langkah stabilisasi harga, karena sebelumnya harga minyak goreng sempat melampaui HET," ujar dia.

Ia menjelaskan dari total 250 dos yang disalurkan, setiap dos berisi 12 kemasan minyak goreng ukuran 1 liter, sehingga total distribusi mencapai 3.000 liter. Melalui langkah ini, diharapkan harga jual di tingkat konsumen kembali normal sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus Sonhaji menambahkan sebelumnya pemerintah daerah juga telah menggelar operasi pasar untuk kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, termasuk komoditas MinyaKita.

Menurut dia, ketersediaan MinyaKita saat ini memang terbatas karena sebagian besar stok difokuskan untuk program bantuan pangan, di mana setiap paket bantuan berisi 2 liter minyak goreng tersebut.

"Meski terbatas, Bulog tetap menyalurkan secara berkala, khususnya di pasar pantauan seperti Pasar Bitingan," katanya.

Dalam penyaluran kali ini, sebanyak 250 karton MinyaKita didistribusikan kepada 30 pedagang mitra dari total 67 mitra Bulog. Harga dari Bulog ke pedagang ditetapkan sebesar Rp14.800 per liter, sudah termasuk biaya distribusi hingga ke kios.

Dengan demikian, pedagang diharapkan dapat menjual kepada konsumen sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.

Terkait pengawasan harga, Sonhaji menyebut pihaknya bersama aparat kepolisian, Bulog, serta dinas terkait masih mengedepankan pembinaan terhadap pedagang. Namun, jika masih ditemukan pelanggaran, pedagang yang bersangkutan dapat dikenai sanksi berupa tidak mendapatkan pasokan pada distribusi berikutnya.

Ia juga mengungkapkan penggelontoran MinyaKita dilakukan menyusul hasil inspeksi mendadak (sidak) oleh Tim Saber Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat yang dipimpin Polres Kudus. Dalam sidak di Pasar Bitingan dan Pasar Baru, ditemukan harga MinyaKita dijual melebihi HET.

“Karena itu, Bulog menjadwalkan penyaluran ini agar harga di pasar kembali stabil,” ujar dia.

Sementara itu, salah satu pedagang di pasar tersebut, Sunarti mengaku mendapatkan jatah lima dos MinyaKita.

Ia mengungkapkan selama ini menjual minyak goreng tersebut sesuai HET Rp15.700 per liter, atau Rp16.000 per liter jika pembeli meminta tambahan kantong plastik.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026