
Bulog Banyumas menyalurkan Minyakita untuk stabilisasi harga di Cilacap

Purwokerto (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas menyalurkan Minyak Goreng Rakyat (Minyakita) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah , guna menstabilkan harga minyak goreng, menyusul tren kenaikan harga di pasar pantauan dalam beberapa pekan terakhir.
“Penyaluran Minyakita tahap awal telah dilaksanakan pada Senin (9/2) di Pasar Sidodadi, Cilacap, sebagai langkah cepat untuk merespons kenaikan harga minyak goreng yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir,” kata Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Muhammad Haekal di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Ia mengatakan penyaluran Minyakita tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Cilacap.
Pada tahap awal, kata dia, Bulog menggelontorkan sebanyak 4.500 liter Minyak Goreng Rakyat yang disalurkan kepada para pengecer di pasar pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Minyakita disalurkan kepada pengecer dengan harga Rp14.500 per liter,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, pengecer yang berhak menerima Minyak Goreng Rakyat adalah mereka yang telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Selanjutnya, kata dia, DPKUKM Kabupaten Cilacap akan menghimpun para pengecer yang telah memenuhi persyaratan tersebut untuk menentukan besaran kuota serta jadwal penyaluran Minyakita di wilayah setempat.
Lebih lanjut, dia mengatakan penyaluran Minyakita dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.
“Dalam regulasi tersebut, Minyak Goreng Rakyat dijual dengan harga eceran tertinggi sebesar Rp15.700 per liter, dengan pembelian maksimal oleh konsumen akhir sebanyak 12 liter per orang per hari,” katanya.
Selain disalurkan melalui pengecer di pasar pantauan SP2KP, kata dia, Minyakita juga akan digelontorkan kepada pengecer di pasar lain di luar pasar pantauan, termasuk mitra binaan BUMN seperti Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta pengecer lain yang telah memiliki izin usaha.
Ia mengharapkan perluasan titik distribusi tersebut dapat menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga minyak goreng di tingkat masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan ketika konsumsi minyak goreng cenderung meningkat.
“Dengan adanya program penyaluran Minyak Goreng Rakyat ini, kami berharap dapat menekan laju inflasi harga minyak goreng di Kabupaten Cilacap,” kata Haekal.
Baca juga: Bulog Banyumas menyalurkan 9.000 liter Minyakita ke pasar Banjarnegara
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
