
Bulog Banyumas salurkan perdana bantuan pangan 2026 untuk Banjarnegara

Banjarnegara (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mulai menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 untuk Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang diawali di Kecamatan Sigaluh sebagai tahap perdana distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.
Penyaluran perdana tersebut dimulai dari Desa Kemiri, Rabu, sebagai titik awal distribusi bantuan pangan kepada 150 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah setempat dengan kuantum beras sebanyak 3.000 kilogram dan minyak goreng sebanyak 600 liter.
Secara keseluruhan di Kecamatan Sigaluh tercatat sebanyak 3.727 PBP dengan total kuantum beras mencapai 74.540 kilogram dan minyak goreng 14.908 liter.
Pemimpin Cabang Perum Kantor Cabang Bulog Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait distribusi Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026.
“Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas telah mendapat tugas untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di Kabupaten Banjarnegara,” katanya.
Ia mengatakan penyaluran tersebut mencakup alokasi untuk dua bulan sekaligus, yakni periode Februari dan Maret 2026 (Tahap I), sebagai langkah percepatan distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam hal ini, kata dia, distribusi bantuan tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurut dia, Bulog juga menyiapkan dukungan logistik serta memperkuat koordinasi lintas pihak agar proses distribusi dari gudang hingga ke penerima berjalan lancar.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan setempat guna memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.
Menurut dia, hal itu dilakukan karena jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Banjarnegara pada 2026 tercatat sebanyak 159.339 PBP, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 91.616 PBP, atau bertambah 67.723 penerima.
Ia mengatakan peningkatan jumlah penerima tersebut menunjukkan perluasan cakupan perlindungan sosial pemerintah dalam membantu masyarakat rentan memenuhi kebutuhan pangan pokok.
Program bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menekan dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.
“Harapannya bantuan pangan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas pemenuhan kebutuhan pokok,” kata Prawoko.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
