Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah segera melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang putus sekolah guna difasilitasi agar dapat melanjutkan pendidikannya.
"Hingga saat ini masih banyak anak putus sekolah, sehingga perlu disisir untuk dibantu melanjutkan sekolahnya, sehingga diperlukan langkah konkret untuk menjangkau mereka kembali ke dunia pendidikan," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di sela upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman SMP Negeri 2 Jekulo, Kudus, Sabtu.
Ia menegaskan peningkatan taraf pendidikan menjadi prioritas penting bagi daerah. Dinas Pendidikan diminta aktif melakukan pendataan dan penyisiran, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih memiliki angka putus sekolah cukup tinggi.
Menurut dia, lamanya masa sekolah serta kualitas pendidikan masyarakat akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah. Hal tersebut juga berpengaruh pada capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Kami mohon 'sengkuyung' (bergotong-royong) bareng, kerjanya bareng dan tetap semangat agar Kudus tidak ada lagi anak putus sekolah," ujarnya.
Pemkab Kudus menilai capaian IPM merupakan salah satu indikator utama kinerja pemerintah daerah, khususnya di sektor pendidikan. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka putus sekolah.
Saat ini, IPM Kabupaten Kudus tercatat masih berada di angka 77,9. Melalui penguatan sektor pendidikan dan dukungan lintas sektor lainnya, pemerintah daerah berharap capaian tersebut dapat meningkat secara bertahap.
Dengan langkah penyisiran dan fasilitasi pembiayaan pendidikan, Pemkab Kudus optimistis seluruh anak usia sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan secara layak.
Terkait upaya penyisiran anak putus sekolah juga dibuktikan, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Wabup Bellinda Putri dan jajaran mendatangi warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, yang keluarganya memiliki anak putus sekolah.
Sam'ani Intakoris bersama Wabup Bellinda Putri juga hadir untuk membujuk Andika Wira Kusuma Nugraha yang merupakan anak dari Siti Sumanah sebelumnya menempuh pendidikan di SMP 3 Bae, kemudian saat hendak kenaikan kelas VIII tidak melanjutkan, karena faktor ekonomi keluarga.
Andika Wira Kusuma Nugraha yang usianya saat ini 16 tahun mengaku siap melanjutkan sekolah dan dirinya juga tidak memilih sekolah mana, yang penting bisa melanjutkan kembali.
Pemkab Kudus, selain menanggung biaya pendidikannya, juga siap membantu menyediakan alat transportasi untuk menuju sekolahnya. Apalagi, ayahnya juga sudah meninggal, sehingga praktis hanya menggantungkan ibunya yang berjualan bakso.