Blora (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, memastikan ketersediaan elpiji non-subsidi ukuran 12 kilogram atau bright gas dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu ada kekhawatiran terkait stok di pasaran.
"Ketersediaan stok di tingkat agen maupun pangkalan relatif aman sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh elpiji ukuran 12 kg," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora Indah Yuniatik di Blora, Selasa.
Selain stok tersedia aman, kata dia, untuk harganya memang ada penyesuaian per 18 April 2026 di tingkat agen yaitu menjadi sekitar Rp228 ribu per tabung. Sementara itu, harga di tingkat pangkalan berkisar Rp238 ribu per tabung.
Menurut dia, kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Selisih harga antara agen dan pangkalan pangkalan juga dinilai proporsional, mengingat adanya biaya distribusi dan operasional yang ditanggung pangkalan sebagai penyalur terakhir ke konsumen.
Di Kabupaten Blora, terdapat 11 agen elpiji yang aktif beroperasi serta 1.019 pangkalan yang tersebar di berbagai wilayah untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji melalui jalur resmi, baik agen maupun pangkalan, guna menjamin kualitas produk serta menghindari potensi harga di luar ketentuan.
"Kenaikan harga jual elpiji 12 kg yang tidak terlalu tinggi, diharapkan pengeluaran masyarakat tetap terkendali, terutama di tengah dinamika fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran," ujarnya.
Baca juga: Indonesia umumkan temuan gas bumi skala jumbo di Kaltim