Semarang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno prihatin mengetahui ada anak yang menyampaikan curhat (curahan hati) ketika ada masalah kepada gadget yang dilengkapi fitur kecerdasan buatan (AI).

"Kemarin, DP3AP2KB Jateng mengadakan survei. Kalau (anak, red.) ada masalah curhatnya ke siapa? Ternyata, banyak curhat-nya ke temannya, ke AI. Tidak ke keluarga, ke bapak ibunya. Ini kan kita prihatin," katanya, di Semarang, Selasa.

Hal tersebut disampaikannya usai membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jateng Tahun 2026.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali meneguhkan peran keluarga melalui program Bangga Kencana, sebab seluruh permasalahan bermuara pada keluarga.

"Semua permasalahan itu kan ada di keluarga. Kan keluarga terdiri dari suami istri ya. Di suami istri kan ada masalah kelompok rentan, kekerasan terhadap perempuan dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan, anak juga menghadapi permasalahan stunting hingga pernikahan usia dini, kemudian pendidikan anak juga dimulai dari keluarga.

"Menurut kami bahwa permasalahan-permasalahan itu kita identifikasi dimulai dari keluarga, tentu saja menyelesaikannya juga harus dari bawah. Yakni, keluarga. Bagaimana menyelesaikan masalah stunting, masalah pernikahan dini, masalah kekerasan, dan sebagainya," katanya.

Tentunya, kata dia, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya Pemerintah Provinsi Jateng, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota hingga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

"Karena ini tidak bisa kita selesaikan sendiri. Sehingga rapat koordinasi ini sangat strategis. Bagaimana nanti menyamakan persepsi, menyamakan langkah supaya lebih efektif dalam membangun keluarga yang kuat, sejahtera, dan menciptakan SDM yang unggul," katanya.

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Rusman Effendi mengatakan bahwa rakorda tersebut ditujukan untuk mendorong implementasi program prioritas BKKBN, sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga.

Bangga Kencana merupakan program nasional yang meliputi, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Super Apps.

Program Genting, diimplementasikan melalui Penguatan Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga), advokasi dan ngopi penak (webinar seputar keluarga).

Program Tamasya diimplementasikan melalui Kabupaten/kota Layak Anak, Forum Anak, SE Gubernur tentang Penyediaan Tempat Penitipan Anak Pekerja/Buruh No. 560/0002599 Tahun 2024, sekolah ramah anak, dan advokasi pengasuhan positif pada pengasuh daycare.

Sedangkan Program GATI didukung melalui Garpu Perak, SE Gubernur tentang Gerakan SatuJamku, Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) dan Kampanye He For She.

Pada program Sidaya, Pemprov Jateng memiliki terobosan Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Sedangkan program Super Apps diwujudkan dalam aplikasi berbasis internet.

"Kelima program prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah," katanya.