Logo Header Antaranews Jateng

Luncurkan mesin jahit berteknologi AI, Hikari gebrak pasar garmen

Rabu, 11 Februari 2026 20:12 WIB
Image Print
Peluncuran mesin jahit berteknologi kecerdasan buatan (AI) dari Hikari, di Semarang, Selasa (10/2/2026). (ANTARA/HO-Pribadi)

Semarang (ANTARA) - Mesin jahit berteknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan, diluncurkan Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd untuk mendukung peningkatan kualitas produk garmen di Indonesia.

"Ini Adalah peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI. Produk ini memberikan apa yang dibutuhkan garmen. Dalam produk ini dikontrol oleh kecerdasan buatan, yang menghasilkan produk yang jauh lebih bagus," kata Direktur Hikari Wu Lian Jie, dalam pernyataan di Semarang, Rabu.

Perusahaan industri global yang memproduksi mesin jahit pintar tersebut, berkomitmen membangun teknologi kecerdasan buatan dan menerapkannya dalam aktivitas produksi garmen.

Ia menegaskan bahwa teknologi AI buatan Tiongkok membuktikan keunggulannya dalam menggerakkan sektor manufaktur.

Lewat AI, kata dia, Hikari akan menghadirkan teknologi mesin jahit pintar di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

"Solusi AI, dinilai mampu menghasilkan berbagai produk ‘premium sekaligus terjangkau’, serta menghemat biaya teknis untuk mentransformasi mesin jahit konvensional," katanya.

Indonesia menjadi salah satu negara prioritas, sekaligus tempat peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI karena industri garmen di Indonesia tumbuh secara positif dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Brothersindo Director Chalid Hendra mengatakan bahwa kehadiran Hikari melalui mesin jahit pintar itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk garmen di Indonesia.

"Dengan tingkat pertumbuhan positif dan investasi besar, industri tekstil–pakaian jadi kemungkinan akan tetap menjadi sektor strategis, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi manufaktur," katanya.

Jika tren investasi dan permintaan domestik berlanjut, kata dia, Indonesia bisa memperkuat posisi sebagai eksportir tekstil atau garmen, terutama di pasar global.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor itu meningkat 4,26 persen secara tahunan (year-on-year), serta berkontribusi sebesar Rp218,2 triliun terhadap produk domestik bruto nasional sepanjang tahun lalu.

Namun keberlanjutan pertumbuhan membutuhkan perbaikan daya saing: efisiensi produksi, modernisasi mesin, daya saing harga, serta regulasi yang mendukung kebijakan proteksi terhadap praktik impor ilegal.

Peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI digelar di salah satu hotel di Kota Semarang yang diikuti lebih dari 200 orang dari berbagai negara, serta 50 perusahaan garmen di Jawa Tengah dan Jawa Barat.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026