Wonosobo (ANTARA) - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menjadi mitra strategis pembangunan daerah setempat, khususnya dalam penanggulangan stunting, kemiskinan, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Sebagai garda terdepan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, saya berharap TP PKK terus memperkuat sinergi dengan program prioritas pemerintah daerah maupun nasional," katanya di Wonosobo, Selasa.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-54 PKK Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan, TP Posyandu Kecamatan, serta Pengukuhan Bunda PAUD dan Ayah Bunda Genre.
Menurut dia, penanganan masalah terkait stunting, kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta ketahanan pangan keluarga membutuhkan peran aktif dan nyata dari PKK, utamanya di tingkat akar rumput, termasuk sejumlah program unggulan, seperti Posyandu Ketuk Pintu, PANDU CINTA, PAAREDI, AKU HATINYA PKK, serta Gerakan Keluarga Sehat dan Tangguh Bencana.
Ia menyampaikan pembangunan daerah yang kuat selalu berawal dari keluarga yang tangguh.
Oleh karena itu, kata dia, penguatan peran PKK menjadi suatu keharusan agar manfaatnya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Gerakan yang kuat tidak dibangun oleh satu pihak saja, melainkan dari kerja bersama, konsistensi, dan kepedulian yang terus dijaga,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gawai dalam keluarga.
Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap menjaga kedekatan serta komunikasi dalam keluarga.
“Wonosobo yang sejahtera, adil, dan makmur berawal dari keluarga yang sehat, mandiri, dan tangguh,” katanya.