Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan ratusan peserta program balik rantau gratis yang menggunakan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat.

Program tersebut menjadi bagian dari fasilitasi Pemerintah Provinsi Jateng untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja informal yang kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.

Ia menjelaskan program balik rantau gratis difasilitasi dengan moda kereta api dan bus, seperti saat ini pemberangkatan dilakukan dengan KA dari Stasiun Tawang.

Ada sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong KA.

"Program ini merupakan bagian dari skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya," katanya.

Menurut dia, bantuan transportasi gratis sangat berarti bagi warga yang bekerja di sektor informal, sebab bisa jadi mereka telah mengeluarkan banyak anggaran selama mudik di kampung halaman.

"Mereka yang sudah mudik di Jateng sudah belanja di kampungnya masing-masing. Dia pulang itu uangnya sudah tipis sehingga dengan adanya program balik rantau gratis ini, mereka sangat senang sekali," katanya.

Ia menyatakan program tersebut merupakan wujud kehadiran Pemprov Jateng di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal.

Dalam kesempatan itu, ia berharap kepada warga Jateng yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum.

Karakter masyarakat Jateng yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi, kata dia, harus terus dijaga, sebagai modal sosial saat kembali ke perantauan.

Sementara itu, peserta program balik rantau gratis, Susanto mengaku senang dengan program tersebut karena membantu pengeluaran keluarganya.

"Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran," kata warga asal Pati yang merantau bersama istri dan dua anaknya di Bekasi.

Ia mengaku sudah berulangkali menikmati program tersebut, namun sebelumnya selalu menggunakan armada bus sehingga perjalanan balik rantau dengan KA kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya.

"Senang, soalnya bisa mengajak anak-anak yang belum pernah naik kereta," katanya.