Kudus (ANTARA) - Sejumlah warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih menunggu kepastian kepulangan dari Tanah Suci Makkah setelah muncul kabar penundaan penerbangan menyusul memanas konflik antara Israel dan Iran.

Salah satu anggota jamaah umrah berasal dari Kudus, Zainuddin Rusydan, yang dihubungi dari Kudus, Senin, mengaku hingga saat ini bersama rombongan masih menjalankan rangkaian ibadah umrah yang dijadwalkan selama 12 hari.

"Alhamdulillah kalau di Haramain semua baik-baik saja kondisinya. Insyaallah aman. Hanya saja untuk penerbangan, teman-teman yang mestinya sudah pulang hari ini dari Banten diinformasikan travelnya ditunda karena situasi bandara belum memungkinkan," ujarnya.

Ia berangkat ke Tanah Suci pada 25 Februari 2026 dan dijadwalkan pulang pada 9 Maret 2026 melalui Bandara Jeddah.

Ia mengakui hingga kini belum ada informasi resmi dari biro travel yang memberangkatkan umrah terkait dengan kemungkinan penundaan jadwal kepulangan rombongan.

"Kalau untuk kepulangan kami tanggal 9 Maret 2026, saat ini belum ada informasi apakah tetap sesuai jadwal atau tidak. Tapi teman-teman yang seharusnya pulang ada yang ditunda sementara waktu," ujarnya.

Ia menambahkan informasi yang diterima dari jamaah berasal dari Banten menyebutkan penundaan dilakukan karena situasi bandara belum kondusif. Namun, belum diketahui apakah penundaan hanya beberapa jam atau hingga satu-dua hari.

Zainuddin mengatakan dalam satu rombongannya terdapat 48 orang anggota jamaah, termasuk dirinya dan istri. Jamaah lainnya berasal dari Kudus, termasuk dari Kecamatan Jekulo, ada yang dijadwalkan pulang pada 7 Maret 2026.

Meski ada kabar penundaan, dia memastikan aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah tetap berjalan normal. Aktivitas juga masih seperti biasa, setiap hari ke masjid dan ibadah seperti biasa.

Ia berharap, situasi bandara segera kondusif sehingga jamaah berasal dari Indonesia dapat kembali ke tanah air sesuai jadwal.

Beredar kabar terdapat dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus yang dijadwalkan pulang pada 1 Maret 2026 namun belum bisa kembali ke Indonesia karena penundaan penerbangan.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus Masruroh mengaku belum menerima laporan resmi dari biro perjalanan umrah terkait dengan dampak konflik terhadap jamaah berasal dari Kudus. Pendaftaran peserta umrah langsung ke biro, bukan ke kantor kementerian.

Ia menjelaskan hingga kini belum ada biro umrah yang melaporkan kondisi jamaah, baik terkait keamanan maupun kepastian jadwal penerbangan.

Ia menyebut informasi lebih detail tentunya dapat ditanyakan langsung kepada masing-masing biro perjalanan.



Baca juga: Perpustakaan Kudus kini menjadi destinasi wisata edukasi buat anak