Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang menjelaskan bahwa setiap program dan proyek pembangunan di daerah itu harus berorientasi kepada kebutuhan masyarakat setempat.

“Esensi sebuah program dan proyek itu adalah untuk kebutuhan masyarakat dan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat,” kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Rabu.

Ia mengatakan hal itu pada acara peresmian berbagai proyek pembangunan di daerah setempat Tahun Anggaran 2025. Kegiatan secara simbolis itu dipusatkan di Kompleks Kolam Renang Wisata Taman Gladiol Kota Magelang dihadiri, antara lain Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso, jajaran pejabat Forkopimda Kota Magelang, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta tamu undangan lainnya.

Sejumlah paket pekerjaan strategis dan monumental yang diresmikan, seperti hasil rehabilitasi Ruang Paripurna DPRD Kota Magelang, rehabilitasi Gedung Rawat Inap Bougenville RSUD Budi Rahayu dan pembangunan Gedung Rawat Inap Edelweis Lantai 3 dan 4 RSUD Tidar Kota Magelang.

Selain itu, hasil rehabilitasi saluran jalan kota di Jalan Pahlawan, Jalan Tidar Campur, dan Jalan Kahendran, pembangunan infrastruktur pendukung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), perawatan trotoar Alun-Alun Kota Magelang, serta pemeliharaan berkala sejumlah ruas jalan di Kota Magelang.

Selain itu, hasil rehabilitasi fisik Kolam Renang Wisata Taman Gladiol dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang. Kolam renang tersebut, sebelumnya berhenti beroperasi selama kurang lebih satu tahun akibat kondisi kurang terawat.

“Kita revitalisasi kolam renang ini karena sebelumnya memang berhenti beroperasi. Sekarang sudah bisa dimanfaatkan kembali untuk masyarakat,” katanya.

Total anggaran rehabilitasi Kolam Renang Gladiol Rp678.959.000. Pekerjaan tersebut telah rampung dan secara resmi diserahterimakan pada 4 Desember 2025.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Magelang tetap mengedepankan skala prioritas dalam pembangunan.

“Kita masih bisa membangun, tetapi harus memilih skala prioritas. Yang dibutuhkan masyarakat dulu, yang berdampak langsung kepada masyarakat. Itu yang menjadi prioritas utama,” katanya.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang Larsita mengatakan peresmian hasil pembangunan ini wujud komitmen pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat infrastruktur kota.

“Pembangunan yang kita resmikan hari ini bukan hanya sekadar fisik bangunan, tetapi juga simbol harapan, kemajuan, dan kerja bersama untuk masa depan Kota Magelang yang lebih baik,” ujarnya.

Peresmian ini menandai penggunaan hasil paket pekerjaan pembangunan, memublikasikan hasil pembangunan kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik, serta menunjukkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak terkait.

Pada Tahun Anggaran 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang Rp375.390.354.885. Angka tersebut meningkat 7,57 persen dibandingkan dengan realisasi PAD 2024 yang Rp348.971.932.087.

Penggunaan PAD untuk masyarakat melalui belanja daerah yang dituangkan dalam 308 program pembangunan, 635 kegiatan, dan 2.009 subkegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Magelang.