
Pemkot Magelang gelar pembinaan parpol dan ormas

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang menggelar Pembinaan Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tahun 2026 di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Kamis, diikuti sekitar 180 peserta dari unsur parpol dan ormas di daerah setempat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang Agus Satiyo Haryadi dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Kmais, mengatakan kegiatan ini bagian dari program pemberdayaan parpol dan ormas dengan tema “Transparansi dan Akuntabilitas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah”.
Ia mengharapkan kegiatan ini meningkatkan peran parpol dan ormas dalam menjaga situasi kondusif daerah, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Selain itu, menjadi wadah interaksi antara pemerintah dengan parpol dan ormas, sekaligus mempererat silaturahim serta menjaga persatuan dan kesatuan di daerah setempat.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan parpol dan ormas sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Dalam menjalankan pembangunan di Kota Magelang, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif,” katanya.
Dia menjelaskan peran parpol dan ormas di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, termasuk dalam menghadapi arus informasi yang cepat dan potensi disinformasi.
Menurut dia, transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama membangun kepercayaan publik.
“Transparansi berarti keterbukaan, masyarakat berhak tahu apa yang sedang dan akan kita kerjakan, sedangkan akuntabilitas berarti setiap kebijakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administrasi maupun manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut peran parpol dan ormas tidak hanya sebagai penyalur aspirasi, tetapi juga penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat, serta sebagai kontrol sosial yang konstruktif.
“Parpol dan ormas harus mampu memberikan edukasi politik yang sehat, menjaga kondusivitas masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan informasi yang menyesatkan,” ucapnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi forum komunikasi yang produktif dan mampu melahirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
