
Pemkab Wonosobo gandeng swasta garap proyek pengolahan sampah

Wonosobo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta PT Tribaliv Green Solutions dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi ramah lingkungan atau waste-to-energy.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat di Wonosobo, Jumat, menyampaikan kerja sama ini menjadi langkah strategis Pemkab Wonosobo dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong pembangunan rendah karbon.
"Melalui kerja sama waste-to-energy akan mengubah sampah menjadi gas yang memiliki nilai ekonomi, tanpa membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah," katanya.
Pada kesepakatan tersebut ditandatangani langsung Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Direktur PT Tribaliv Green Solutions Trigo Neo Starden di Ruang Perundingan Pendopo Bupati Wonosobo.
Ia menjelaskan, kesepakatan bersama tersebut menjadi pedoman awal untuk pelaksanaan kerja sama yang lebih teknis ke depan.
“Pada 9 Maret lalu sudah dilakukan pembahasan dengan Tim Kerja Sama Daerah dan OPD terkait. Alhamdulillah hari ini kita bisa menandatangani nota kesepakatan sebagai pedoman untuk melanjutkan kerja sama yang lebih teknis melalui perjanjian kerja sama,” katanya.
Dalam kesepakatan tersebut, Pemkab Wonosobo berkomitmen menyediakan pasokan sampah sekitar 350 ton per hari atau bahkan lebih. Selanjutnya, sampah akan dikirim ke fasilitas pengolahan PT Tribaliv Green Solutions di Bandongan, Kabupaten Magelang.
“Total kebutuhan sampah untuk proyek ini sekitar 1.100 ton per hari, sementara dari Wonosobo kita menyiapkan sekitar 350 ton. Nantinya sampah akan kita zonasi dalam beberapa titik TPS untuk memudahkan pengangkutan,” katanya.
Ia mengatakan, pengelolaan sampah selama ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Berbagai teori pengolahan sampah sudah banyak dibahas, namun implementasinya tidak mudah dilakukan di lapangan.
Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi solusi konkret, terutama dalam menjaga kebersihan kawasan wisata Wonosobo seperti Dieng yang menjadi destinasi andalan.
“Wisatawan tentu ingin datang ke tempat yang bersih dan nyaman, bukan bau sampah. Dengan kerja sama ini kita berharap pengelolaan sampah di Wonosobo bisa lebih baik,”katanya.
Direktur PT Tribaliv Green Solutions Trigo Neo Starden, mengatakan pihaknya telah menjajaki berbagai daerah selama sekitar tiga tahun sebelum akhirnya memulai kerja sama dengan Wonosobo.
Menurutnya, respons cepat dari Pemkab Wonosobo menjadisalah satu alasan utama proyek ini dapat segera direalisasikan.
“Saya sangat menghargai komitmen Pak Bupati. Dalam tiga hari saja nota kesepakatan sudah bisa diselesaikan karena beliau memahami kebutuhan proyek ini dan juga manfaat yang akan diberikan kepada masyarakat,” katanya.
Trigo menjelaskan, proyek tersebut akan mengolah sekitar1.100 ton sampah setiap hari menjadi gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Gas yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 149 juta meter kubik per hari atau setara dengan potensi listrik hingga 408 megawatt.
Seluruh investasi proyek ini, lanjutnya, akan didanai sepenuhnya oleh investor dari Jerman sehingga tidak memerlukan dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
