Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meluncurkan portal layanan terintegrasi "Banyumas PAS (Produktif, Adil, dan Sejahtera)" yang merupakan penataan ulang dan perwajahan baru dari laman banyumaskab.go.id.

Peluncuran portal tersebut dilakukan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, berbarengan dengan peluncuran Inovasi Aksi Perubahan Kinerja Organisasi (APKO) Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 2 dan 5 Tahun 2025 Kabupaten Banyumas.

Ditemui usai peluncuran, Bupati mengatakan portal layanan terintegrasi tersebut merupakan cita-citanya sejak saat masih menjabat Wakil Bupati Banyumas periode 2018-2023 agar Pemkab Banyumas cukup memiliki satu portal yang mencakup semua layanan.

"Jadi, orang masuk Kabupaten Banyumas tidak perlu mencari ke mana-mana, cukup masuk ke satu portal Banyumas PAS dengan alamat banyumaskab.go.id. Nanti di situ sudah ditampilkan hampir semua layanan publik yang ada di Banyumas," katanya menjelaskan.

Kendati demikian, dia mengatakan portal Banyumas PAS tersebut akan terus diperbaiki dan disempurnakan dengan melengkapi berbagai layanan yang belum terakomodasi.

Sementara untuk 33 inovasi APKO yang diluncurkan, kata dia, hal itu merupakan hasil karya peserta PKA yang dapat berupa aplikasi maupun inovasi nonaplikasi dan nantinya akan terintegrasi dengan portal Banyumas PAS.

"Ini akan berproses karena kalau dulu, masing-masing membuat aplikasi dengan bahasa program yang berbeda-beda," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia meminta kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banyumas agar pembuatan aplikasi-aplikasi tersebut menggunakan bahasa program yang sama.

Dengan demikian, kata dia, aplikasi-aplikasi yang dibuat tersebut bisa diintegrasikan ke dalam satu portal.

"Problemnya kalau bahasa program aplikasinya berbeda-beda, enggak bisa disatukan. Ini ke depannya pasti bisa, insyaallah, tapi akan kami seleksi yang penting-penting akan dimasukkan, sedangkan yang tidak terlalu penting ya tidak perlu dimasukkan," kata Bupati.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinkominfo Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan mengatakan selama ini masyarakat sering dihadapkan pada kompleksitas dalam mengakses layanan karena harus membuka banyak laman atau aplikasi berbeda.

Menurut dia, hal tersebut tidak hanya merepotkan masyarakat, juga memperlambat proses pelayanan.

Oleh karena itu, kata dia, Pemkab Banyumas membuat satu portal layanan terintegrasi Kabupaten Banyumas dengan nama Banyumas PAS sebagai embrio atau cikal bakal perubahan layanan terintegrasi di Kabupaten Banyumas.

"Saat ini versi awal portal Banyumas PAS tersedia dalam versi website, Android, maupun iOS," katanya.

Baca juga: Bupati Banyumas: Pengurangan risiko bencana tanggung jawab bersama