Lima siswa temukan ramuan kopi penetralisir hipertensi
Kamis, 14 November 2024 12:27 WIB
Lima murid yang tergabung dalam Tim II Papua Bisa Manokwari yang berhasil meraih medali emas dalam International Science and Invention Fair (ISIF) di Bali pada 5-9 November 2024 diarak keliling kota setibanya di Manokwari, Rabu (13/11/2024). (ANTARA/Ali Nur Ichsan)
Manokwari (ANTARA) - Bagi penderita hipertensi, temuan lima murid SMA di Manokwari, Papua Barat ini mungkin dapat menjadi solusi. Mereka berhasil menemukan ramuan minuman kopi yang berfungsi menetralkan hipertensi sekaligus mencegah stroke.
Kelima murid tersebut adalah Yisrael Rumadas (SMAN 1 Manokwari), Evelin Payungallo ( SMAN 1 Manokwari), Salzabila Soraya (SMAN 1 Manokwari), Agrielycia Pondan (SMAN 2 Manokwari), dan Bherlind Tangdiaga (SMA N 2 Manokwari).
"Kami berkompetisi melawan murid SMA dari 24 negara dan berhasil mendapatkan medali emas kategori life science terkait penemuan ilmu hayat untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan standar hidup," ujar Ketua Tim II Papua Bisa Salzabila Soraya di Manokwari, Rabu.
Hasil karya kelima murid yang tergabung dalam Tim II Papua Bisa Manokwari tersebut berhasil meraih medali emas dalam International Science and Invention Fair (ISIF) di Bali pada 5-9 November 2024.
Ramuan kopi yang mampu menetralkan hipertensi tersebut merupakan hasil kerja keras penelitian mereka selama tujuh bulan yang kemudian diikutsertakan dalam kompetisi tingkat internasional ISIF.
Salzabila bersama teman-teman melakukan penelitian tersebut karena berdasarkan data kesehatan tahun 2021, terdapat 13.508 kasus hipertensi 5.908 stroke di Papua.
Ia menjelaskan, ramuan minuman kopi tersebut menggunakan bahan kopi Arabica dari Wamena, Papua yang dicampur dengan tanaman endemik Papua yaitu Tanaman Akway (Drymis piperita Hook).
Dimana prosesnya kulit kayu Akway dikeringkan dalam oven selama 24 jam dengan suhu 50 derajat celsius, kemudian dilakukan dihaluskan lalu dicampur kopi arabica yang diroasting tingkat medium.
"Setelah melalui uji laboratorium ramuan kopi tersebut mampu menetralkan hipertensi dan mencegah stroke. Ramuan tersebut akhirnya mendapat pengakuan dari ISIF dan akan kita kembangkan lagi," ujarnya.
Kelima murid tersebut adalah Yisrael Rumadas (SMAN 1 Manokwari), Evelin Payungallo ( SMAN 1 Manokwari), Salzabila Soraya (SMAN 1 Manokwari), Agrielycia Pondan (SMAN 2 Manokwari), dan Bherlind Tangdiaga (SMA N 2 Manokwari).
"Kami berkompetisi melawan murid SMA dari 24 negara dan berhasil mendapatkan medali emas kategori life science terkait penemuan ilmu hayat untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan standar hidup," ujar Ketua Tim II Papua Bisa Salzabila Soraya di Manokwari, Rabu.
Hasil karya kelima murid yang tergabung dalam Tim II Papua Bisa Manokwari tersebut berhasil meraih medali emas dalam International Science and Invention Fair (ISIF) di Bali pada 5-9 November 2024.
Ramuan kopi yang mampu menetralkan hipertensi tersebut merupakan hasil kerja keras penelitian mereka selama tujuh bulan yang kemudian diikutsertakan dalam kompetisi tingkat internasional ISIF.
Salzabila bersama teman-teman melakukan penelitian tersebut karena berdasarkan data kesehatan tahun 2021, terdapat 13.508 kasus hipertensi 5.908 stroke di Papua.
Ia menjelaskan, ramuan minuman kopi tersebut menggunakan bahan kopi Arabica dari Wamena, Papua yang dicampur dengan tanaman endemik Papua yaitu Tanaman Akway (Drymis piperita Hook).
Dimana prosesnya kulit kayu Akway dikeringkan dalam oven selama 24 jam dengan suhu 50 derajat celsius, kemudian dilakukan dihaluskan lalu dicampur kopi arabica yang diroasting tingkat medium.
"Setelah melalui uji laboratorium ramuan kopi tersebut mampu menetralkan hipertensi dan mencegah stroke. Ramuan tersebut akhirnya mendapat pengakuan dari ISIF dan akan kita kembangkan lagi," ujarnya.
Pewarta : Ali Nur Ichsan
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FT UMS kenalkan pembelajaran kampus kepada murid SMA peserta Sit In University
13 October 2025 19:25 WIB
Aceh dan Papua Barat sama-sama raih emas perdana dari kempo PON Bela Diri Kudus
22 October 2025 8:31 WIB
Terpopuler - GAYA HIDUP
Lihat Juga
Hadiri The BFF Festival, Samuel Wattimena apresiasi kreativitas generasi muda
02 June 2026 19:44 WIB
Menteri LH ingatkan pembangunan tanggul laut sia-sia tanpa perubahan perilaku di darat
02 June 2026 13:52 WIB