Pemkot Pekalongan evaluasi program penuntasan stunting
Selasa, 23 Juli 2024 5:53 WIB
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid. ANTARA/Dokumen Pribadi.
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan Jawa Tengah mengevaluasi program penurunan stunting kepada masyarakat apakah sudah dimanfaatkan betul atau belum oleh mereka.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan Senin, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian khusus untuk penurunan angka stunting seiring dengan adanya kenaikan kasus itu.
"Kami memberikan perhatian khusus untuk penurunan angka stunting, karena ada kenaikan kasus semula 5,1 persen kini naik menjadi 28 persen," katanya.
Menurut dia, pihaknya berkomitmen terus berupaya menurunkan stunting dan mengevaluasi apakah program penurunan kasus stunting sudah dimanfaatkan oleh masyarakat atau ada kendala lain.
"Hal apakah yang menjadikan angka stunting ini naik? Apakah sampling sudah merata di empat kecamatan? Karena salah satu kelurahan, yaitu Bandengan dinyatakan zero stunting," katanya.
Ia mengatakan, penuntasan kasus stunting di Kelurahan Bandengan yang kondisinya masih mengalami rob dapat menjadi percontohan kelurahan lain.
"Hal-hal yang bisa menjadi percontohan di Bandengan coba diterapkan secara masif. Kami juga sudah mengerahkan bapak asuh stunting, ASN peduli stunting, dan program lainnya," katanya.
Afzan Arslan mengatakan pula bahwa pihaknya juga menyelenggarakan program cek kesehatan menjelang pernikahan, serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara gratis.
"Program itu sudah berjalan dan pemeriksaan ibu hamil selama kehamilan enam kali gratis di puskesmas. Kami berharap masyarakat menggunakan fasilitas tersebut sebagai upaya menurunkan kasus stunting," katanya.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan Senin, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian khusus untuk penurunan angka stunting seiring dengan adanya kenaikan kasus itu.
"Kami memberikan perhatian khusus untuk penurunan angka stunting, karena ada kenaikan kasus semula 5,1 persen kini naik menjadi 28 persen," katanya.
Menurut dia, pihaknya berkomitmen terus berupaya menurunkan stunting dan mengevaluasi apakah program penurunan kasus stunting sudah dimanfaatkan oleh masyarakat atau ada kendala lain.
"Hal apakah yang menjadikan angka stunting ini naik? Apakah sampling sudah merata di empat kecamatan? Karena salah satu kelurahan, yaitu Bandengan dinyatakan zero stunting," katanya.
Ia mengatakan, penuntasan kasus stunting di Kelurahan Bandengan yang kondisinya masih mengalami rob dapat menjadi percontohan kelurahan lain.
"Hal-hal yang bisa menjadi percontohan di Bandengan coba diterapkan secara masif. Kami juga sudah mengerahkan bapak asuh stunting, ASN peduli stunting, dan program lainnya," katanya.
Afzan Arslan mengatakan pula bahwa pihaknya juga menyelenggarakan program cek kesehatan menjelang pernikahan, serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara gratis.
"Program itu sudah berjalan dan pemeriksaan ibu hamil selama kehamilan enam kali gratis di puskesmas. Kami berharap masyarakat menggunakan fasilitas tersebut sebagai upaya menurunkan kasus stunting," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pekalongan tingkatkan pemeriksaan kelaikan angkutan bus untuk Lebaran
08 March 2026 13:15 WIB
KPK akan periksa suami dan anak Fadia Arafiq, terkait aliran dana dugaan korupsi
06 March 2026 14:09 WIB
KPK : Suami-anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terima uang korupsi hingga Rp13,7 M
05 March 2026 3:37 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Program SPRING di PKD Sumingkir perkuat stimulasi tumbuh kembang anak usia dini
23 February 2026 15:09 WIB
Program SPRING Selaras dengan ILP, posyandu di Desa Sumingkir kini kian aktif
23 February 2026 11:51 WIB
Penderita diabetes melitus tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara aman
19 February 2026 15:42 WIB