Pemkot Pekalongan deteksi dini kasus tuberkulosis
Sabtu, 11 Mei 2024 13:18 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sedang memberikan pengarahan pada siswa sekolah terkait pencegahan tuberkulosis di Pekalongan. (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah terus menggiatkan pelacakan dini (skrining) kasus tuberkulosis (TB) ke lembaga pendidikan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit menular tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.
"Penyakit ini sangat mudah menular melalui percikan ludah (droplet) penderita tuberkulosis yang batuk atau bersin. Oleh karena itu, kami mengimbau pada masyarakat agar bisa menghindari penularan penyakit itu," katanya.
Ia yang didampingi Programmer Pencegahan Penyakit Menular, Indayah Dewi Tunggal mengatakan sejak 2023, jumlah penderita tuberkulosis baru sebanyak 900 orang.
Sebagai langkah pencegahan, kata dia, pihaknya mengunjungi beberapa pondok pesantren dan sekolah menengah pertama untuk melakukan skrining pemeriksaan dahak pada siswa maupun santri yang mengalami batuk.
"Kami cek dahak, kemudian dikirim ke rumah sakit atau puskesmas yang memiliki alat tes cepat molekuler (TCM) untuk diketahui apakah di dahak tersebut ada kuman TBC atau tidak, jika hasilnya positif akan diobati," katanya.
Dikatakan, pihaknya akan menggiatkan pelacakan dini pada masyarakat sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk mencapai Indonesia bebas dari TBC pada 20230.
Selain itu, kata dia, satuan maupun lembaga pendidikan diharapkan dapat turut andil dalam meningkatkan eliminasi kasus tuberkulosis.
"Kami berharap Dinas Pendidikan bersama satuan pendidikan bisa melakukan skrining awal, apabila ada anak yang batuk lebih dari dua minggu, kemudian lesu agar bisa segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk diketahui apakah yang bersangkutan sakit tuberkulosis atau bukan, sehingga cepat tertangani," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.
"Penyakit ini sangat mudah menular melalui percikan ludah (droplet) penderita tuberkulosis yang batuk atau bersin. Oleh karena itu, kami mengimbau pada masyarakat agar bisa menghindari penularan penyakit itu," katanya.
Ia yang didampingi Programmer Pencegahan Penyakit Menular, Indayah Dewi Tunggal mengatakan sejak 2023, jumlah penderita tuberkulosis baru sebanyak 900 orang.
Sebagai langkah pencegahan, kata dia, pihaknya mengunjungi beberapa pondok pesantren dan sekolah menengah pertama untuk melakukan skrining pemeriksaan dahak pada siswa maupun santri yang mengalami batuk.
"Kami cek dahak, kemudian dikirim ke rumah sakit atau puskesmas yang memiliki alat tes cepat molekuler (TCM) untuk diketahui apakah di dahak tersebut ada kuman TBC atau tidak, jika hasilnya positif akan diobati," katanya.
Dikatakan, pihaknya akan menggiatkan pelacakan dini pada masyarakat sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk mencapai Indonesia bebas dari TBC pada 20230.
Selain itu, kata dia, satuan maupun lembaga pendidikan diharapkan dapat turut andil dalam meningkatkan eliminasi kasus tuberkulosis.
"Kami berharap Dinas Pendidikan bersama satuan pendidikan bisa melakukan skrining awal, apabila ada anak yang batuk lebih dari dua minggu, kemudian lesu agar bisa segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk diketahui apakah yang bersangkutan sakit tuberkulosis atau bukan, sehingga cepat tertangani," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng pastikan kelayakan fasilitas di posko pengungsi bagi korban banjir
30 January 2026 9:05 WIB
Pemkot Pekalongan bersama empat daerah sepakat kelola sampah dengan investor China
29 January 2026 16:39 WIB
Pemkot Pekalongan bentuk satgas percepatan penanganan sampah jadi permasalan masyarakat
27 January 2026 18:53 WIB
Pemkab catat 30 kali terjadi longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan
23 January 2026 17:47 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB