Pemkab Sukoharjo lakukan langkah antisipasi hadapi lonjakan kasus DBD
Sabtu, 23 Maret 2024 17:08 WIB
Ilustrasi - Pemberantasan sarang nyamuk di salah satu daerah di Solo Raya, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/Aris Wasita.
Sukoharjo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Direktur RSUD Ir Soekarno Yunia Wahdiyati di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Sabtu mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah kapasitas tepat tidur di ruangan rawat inap.
"Kami menambah kapasitas dengan menarik tempat tidur dari ruangan yang saat ini sedang direnovasi," katanya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan ketersediaan peralatan yang dibutuhkan untuk penerimaan pasien di instalasi gawat darurat (IGD).
"Kami menarik strecher atau brankar dari bangsal dan rawat jalan untuk ditambah di IGD," katanya.
Pihaknya juga menyiapkan obat-obatan dan bahan medis habis pakai serta perbekalan kesehatan.
"Ini menyesuaikan kebutuhan pasien," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, sejak awal bulan Maret hingga saat ini pasien dengan kasus DBD yang ditangani oleh RSUD Ir Soekarno mencapai 88 kasus. Dari total kasus yang ada, satu di antaranya meninggal dunia.
Menurut dia, kebanyakan pasien yang datang dengan kondisi demam, nyeri perut, mual, muntah, nyeri kepala. Beberapa di antaranya juga mengalami batuk dan sesak napas.
"Satu kasus meninggal ini pasien dengan usia delapan tahun. Datang dengan demam dan dari pemeriksaan laboratorium ada penurunan trombosit. Tetapi tidak ada tanda perdarahan, sehingga belum bisa dimasukkan sebagai DBD," katanya.
Baca juga: Dinkes Boyolali: Kasus DBD 2024 tren terus menurun
Direktur RSUD Ir Soekarno Yunia Wahdiyati di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Sabtu mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah kapasitas tepat tidur di ruangan rawat inap.
"Kami menambah kapasitas dengan menarik tempat tidur dari ruangan yang saat ini sedang direnovasi," katanya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan ketersediaan peralatan yang dibutuhkan untuk penerimaan pasien di instalasi gawat darurat (IGD).
"Kami menarik strecher atau brankar dari bangsal dan rawat jalan untuk ditambah di IGD," katanya.
Pihaknya juga menyiapkan obat-obatan dan bahan medis habis pakai serta perbekalan kesehatan.
"Ini menyesuaikan kebutuhan pasien," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, sejak awal bulan Maret hingga saat ini pasien dengan kasus DBD yang ditangani oleh RSUD Ir Soekarno mencapai 88 kasus. Dari total kasus yang ada, satu di antaranya meninggal dunia.
Menurut dia, kebanyakan pasien yang datang dengan kondisi demam, nyeri perut, mual, muntah, nyeri kepala. Beberapa di antaranya juga mengalami batuk dan sesak napas.
"Satu kasus meninggal ini pasien dengan usia delapan tahun. Datang dengan demam dan dari pemeriksaan laboratorium ada penurunan trombosit. Tetapi tidak ada tanda perdarahan, sehingga belum bisa dimasukkan sebagai DBD," katanya.
Baca juga: Dinkes Boyolali: Kasus DBD 2024 tren terus menurun
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anak tukang bakso dari Sukoharjo ciptakan teknologi pemupukan untuk petani Indonesia
19 November 2025 17:26 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta gelar monev Program JKN bersama pemangku kepentingan
10 November 2025 10:12 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta gandeng Kejari Sukoharjo lanjutkan kerja sama program JKN
31 October 2025 19:00 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB