Banyumas berupaya memenuhi kebutuhan guru
Kamis, 9 November 2023 16:50 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono. (ANTARA/Sumarwoto)
Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas di Provinsi Jawa Tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan guru dan meningkatkan kapasitas guru di wilayahnya.
Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono menyampaikan bahwa tahun lalu pemerintah merekrut 1.957 guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja untuk memenuhi kebutuhan guru di Banyumas.
Jumlah guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang direkrut di Banyumas pada tahun 2022, menurut dia, paling banyak di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Selain mengupayakan perekrutan guru, dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas memfasilitasi peningkatan kapasitas guru.
"Maka guru-guru kita ini kita kuatkan dalam bentuk workshop, kemudian FGD, kemudian intensifikasi. Ini adalah bagian-bagian dari upaya kita untuk memberikan referensi kognitif kepada para guru agar bisa menyesuaikan dengan dinamika zaman yang dihadapi oleh anak-anak didiknya," katanya.
Dia mengemukakan bahwa para guru perlu mengubah pola pikir mengingat sekarang guru bukan satu-satunya sumber ilmu bagi para siswa, tetapi aktor utama dalam pembelajaran.
"Mengapa? Karena guru ini bisa membangun attachment behavior, tingkah laku lekat. Tingkah laku lekat inilah yang mendukung internalisasi nilai-nilai pembelajaran bisa berjalan maksimal," katanya.
Baca juga: Wali Kota Semarang minta guru miliki keterampilan tambahan
Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono menyampaikan bahwa tahun lalu pemerintah merekrut 1.957 guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja untuk memenuhi kebutuhan guru di Banyumas.
Jumlah guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang direkrut di Banyumas pada tahun 2022, menurut dia, paling banyak di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Selain mengupayakan perekrutan guru, dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas memfasilitasi peningkatan kapasitas guru.
"Maka guru-guru kita ini kita kuatkan dalam bentuk workshop, kemudian FGD, kemudian intensifikasi. Ini adalah bagian-bagian dari upaya kita untuk memberikan referensi kognitif kepada para guru agar bisa menyesuaikan dengan dinamika zaman yang dihadapi oleh anak-anak didiknya," katanya.
Dia mengemukakan bahwa para guru perlu mengubah pola pikir mengingat sekarang guru bukan satu-satunya sumber ilmu bagi para siswa, tetapi aktor utama dalam pembelajaran.
"Mengapa? Karena guru ini bisa membangun attachment behavior, tingkah laku lekat. Tingkah laku lekat inilah yang mendukung internalisasi nilai-nilai pembelajaran bisa berjalan maksimal," katanya.
Baca juga: Wali Kota Semarang minta guru miliki keterampilan tambahan
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan belajar pengelolaan sampah terintegrasi di Banyumas
03 February 2026 13:12 WIB
Bupati: Pengelolaan sampah di Banyumas kini dikembangkan berbasis ekonomi sirkular
03 February 2026 13:08 WIB
Atlet menembak asal Banyumas borong tujuh medali di Panglima Kopassus Cup 2026
02 February 2026 13:44 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS dorong transformasi pembelajaran digital melalui workshop Brisk AI di MIM Ngancar
06 February 2026 16:57 WIB
Inovasi Hydrozea dari mahasiswa Teknik Kimia UMS, hidrogel ramah lingkungan dari limbah kulit jagung
05 February 2026 15:26 WIB
Disdikpora Kudus minta siswa SD-SMP ikuti tes kompetensi akademik Kemendikdasmen
04 February 2026 19:39 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB