Wali Kota Semarang minta guru miliki keterampilan tambahan
Kamis, 9 November 2023 8:40 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta guru agar memiliki kemampuan dan keterampilan tambahan untuk semakin meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Sebenarnya kami melalui Dinas Pendidikan terus memberikan apresiasi. Bagaimana kami mendorong guru-guru lebih banyak ilmunya. Ilmu itu tidak statis tetapi dinamis," katanya, di Semarang, Rabu.
Perempuan yang akrab disapa Ita tersebut juga mengapresiasi prestasi yang ditorehkan delapan guru dan tenaga kependidikan (GTK) asal Kota Semarang yang lolos seleksi guru inovatif dan dedikatif menjelang Hari Guru Nasional 2023.
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) yang menyenangkan, kata dia, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memberikan fasilitas dan ruang peningkatan kompetensi guru di Kota Semarang.
"Nanti ada pelatihan, peningkatan kompetensi, dan tentang kurikulum," kata perempuan pertama yang menjadi Wali Kota Semarang itu.
Ia kembali menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) wajib memiliki kompetensi, termasuk dengan guru dan tenaga kependidikan, mengacu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang ASN yang telah ditetapkan dan diundangkan pada 31 Oktober 2023.
Dalam UU ASN terbaru itu, pengembangan kompetensi diatur dalam peraturan pelaksanaan yang harus ditetapkan maksimal enam bulan terhitung sejak diundangkan.
"Sekarang kami lakukan uji kompetensi. Pada saat enam bulan setelah diberlakukan UU ASN harus ada talenta penuh, tidak ada lagi pansel. Mereka harus punya skill tambahan," katanya.
Oleh karena itu, ia menginginkan perencanaan proses pelatihan dan pengembangan kompetensi diri pada masing-masing guru.
"Saya sudah meminta Disdik membuat perencanaan, bisa memanggil guru-guru agar dilatih oleh trainer yang sesuai dengan kompetensinya," kata Ita.
Selain itu, Ita mengaku sedang fokus dalam penanganan kasus perundungan yang marak di dunia pendidikan.
"Kami minta guru bimbingan konseling dalam penanganan perundungan ini harus dilakukan terus-menerus. Pendekatannya harus masif namun humanis. Harus memahami pola pikir pelajar zaman sekarang juga," katanya.
Baca juga: Nama delapan guru Kota Semarang yang lolos seleksi guru inovatif dedikatif
"Sebenarnya kami melalui Dinas Pendidikan terus memberikan apresiasi. Bagaimana kami mendorong guru-guru lebih banyak ilmunya. Ilmu itu tidak statis tetapi dinamis," katanya, di Semarang, Rabu.
Perempuan yang akrab disapa Ita tersebut juga mengapresiasi prestasi yang ditorehkan delapan guru dan tenaga kependidikan (GTK) asal Kota Semarang yang lolos seleksi guru inovatif dan dedikatif menjelang Hari Guru Nasional 2023.
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) yang menyenangkan, kata dia, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memberikan fasilitas dan ruang peningkatan kompetensi guru di Kota Semarang.
"Nanti ada pelatihan, peningkatan kompetensi, dan tentang kurikulum," kata perempuan pertama yang menjadi Wali Kota Semarang itu.
Ia kembali menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) wajib memiliki kompetensi, termasuk dengan guru dan tenaga kependidikan, mengacu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang ASN yang telah ditetapkan dan diundangkan pada 31 Oktober 2023.
Dalam UU ASN terbaru itu, pengembangan kompetensi diatur dalam peraturan pelaksanaan yang harus ditetapkan maksimal enam bulan terhitung sejak diundangkan.
"Sekarang kami lakukan uji kompetensi. Pada saat enam bulan setelah diberlakukan UU ASN harus ada talenta penuh, tidak ada lagi pansel. Mereka harus punya skill tambahan," katanya.
Oleh karena itu, ia menginginkan perencanaan proses pelatihan dan pengembangan kompetensi diri pada masing-masing guru.
"Saya sudah meminta Disdik membuat perencanaan, bisa memanggil guru-guru agar dilatih oleh trainer yang sesuai dengan kompetensinya," kata Ita.
Selain itu, Ita mengaku sedang fokus dalam penanganan kasus perundungan yang marak di dunia pendidikan.
"Kami minta guru bimbingan konseling dalam penanganan perundungan ini harus dilakukan terus-menerus. Pendekatannya harus masif namun humanis. Harus memahami pola pikir pelajar zaman sekarang juga," katanya.
Baca juga: Nama delapan guru Kota Semarang yang lolos seleksi guru inovatif dedikatif
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
PGSD FKIP UMS tingkatkan kualitas publikasi dengan mengintegrasikan AI dan SLR
12 February 2026 14:40 WIB
Mahasiswa Geografi UMS inisiasi Program Mengajar Desa untuk dukung peningkatan kualitas pendidikan
02 February 2026 16:56 WIB
DLH Banyumas imbau untuk membatasi pemanfaatan air sungai pascabanjir bandang
28 January 2026 13:23 WIB
Pemkab Batang: Kenaikan pangkat ASN dorong tingkatkan kualitas layanan publik
05 January 2026 16:46 WIB
Tim Desain Interior ISI Surakarta tingkatkan kualitas ruang belajar kreatif untuk anak di pemukiman padat
16 December 2025 12:22 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo terapkan praktek pembuatan biopori di MI Ma'arif Serangsari
13 February 2026 8:48 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
SMA Baitul Quran Subang kunjungi UIN Walisongo, kagumi konsep Unity of Science
12 February 2026 16:15 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB