Wali Kota Semarang : Asal api di TPA Jatibarang diperkirakan dari gesekan ilalang
Rabu, 20 September 2023 6:27 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan bahwa asal mula munculnya api yang menyebabkan kebakaran di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang kemungkinan dari gesekan ilalang.
"Penyebab secara jelas sekali belum diketahui. Namun, kalau menurut saksi mata, terjadi (api) dari alang-alang yang mungkin bergesekan, sehingga keluar api," kata Ita, sapaan akrabnya, di Semarang, Selasa.
Api yang membakar ilalang itu, kata dia, kemudian menghanguskan gubuk pemulung yang kosong, akhirnya api melompat ke tumpukan sampah yang kebetulan mengandung gas metana.
"Anginnya kan kenceng sekali di situ. Kena tumpukan sampah yang kebetulan isinya gas metana. Api menjalar dan membesar. Dalam dua jam saja sudah sampai membakar 1 hektare," katanya.
Kebakaran melanda kawasan TPA Jatibarang, Kota Semarang, Senin (18/9), dengan titik api pertama kali muncul di bekas TPA di bagian atas yang merembet ke bagian bawah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Nurkholis menyebutkan setidaknya luasan dua zona di TPA Jatibarang yang terbakar mencapai lima hektare.
Dua zona tersebut, zona satu merupakan bekas TPA sampah yang sudah tidak digunakan lagi dan zona bekas pabrik pupuk yang berada di bawahnya.
Hingga Senin malam, petugas Damkar gabungan dilaporkan masih berupaya memadamkan api, dan kondisi sudah memasuki tahap pendinginan pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIB.
Dalam proses pemadaman kebakaran TPA Jatibarang, setidaknya ada 19 mobil pemadam kebakaran dari Damkar Kota Semarang maupun daerah lain dan truk-truk tangki air dari berbagai instansi dikerahkan.
Gesekan ilalang dan rumput liar yang menjadi pemicu kebakaran juga disampaikan Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P Martanto.
Selain faktor manusia, kata dia, kebakaran ilalang juga bisa disebabkan faktor alam, seiring dengan kondisi kering. "Kami kemarin melihat laporan, karena gesekan ilalang kering yang menimbulkan api. Kemarin, (kebakaran) di Wonosari, saya melihat titik apinya jauh dari tempat yang bisa dijangkau orang," katanya, Kamis (14/9).
"Penyebab secara jelas sekali belum diketahui. Namun, kalau menurut saksi mata, terjadi (api) dari alang-alang yang mungkin bergesekan, sehingga keluar api," kata Ita, sapaan akrabnya, di Semarang, Selasa.
Api yang membakar ilalang itu, kata dia, kemudian menghanguskan gubuk pemulung yang kosong, akhirnya api melompat ke tumpukan sampah yang kebetulan mengandung gas metana.
"Anginnya kan kenceng sekali di situ. Kena tumpukan sampah yang kebetulan isinya gas metana. Api menjalar dan membesar. Dalam dua jam saja sudah sampai membakar 1 hektare," katanya.
Kebakaran melanda kawasan TPA Jatibarang, Kota Semarang, Senin (18/9), dengan titik api pertama kali muncul di bekas TPA di bagian atas yang merembet ke bagian bawah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Nurkholis menyebutkan setidaknya luasan dua zona di TPA Jatibarang yang terbakar mencapai lima hektare.
Dua zona tersebut, zona satu merupakan bekas TPA sampah yang sudah tidak digunakan lagi dan zona bekas pabrik pupuk yang berada di bawahnya.
Hingga Senin malam, petugas Damkar gabungan dilaporkan masih berupaya memadamkan api, dan kondisi sudah memasuki tahap pendinginan pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIB.
Dalam proses pemadaman kebakaran TPA Jatibarang, setidaknya ada 19 mobil pemadam kebakaran dari Damkar Kota Semarang maupun daerah lain dan truk-truk tangki air dari berbagai instansi dikerahkan.
Gesekan ilalang dan rumput liar yang menjadi pemicu kebakaran juga disampaikan Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P Martanto.
Selain faktor manusia, kata dia, kebakaran ilalang juga bisa disebabkan faktor alam, seiring dengan kondisi kering. "Kami kemarin melihat laporan, karena gesekan ilalang kering yang menimbulkan api. Kemarin, (kebakaran) di Wonosari, saya melihat titik apinya jauh dari tempat yang bisa dijangkau orang," katanya, Kamis (14/9).
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia
29 April 2026 10:15 WIB
Seorang petugas tewas usai terjatuh di mesin penggiling sampah di TPA Putri Cempo
02 March 2026 23:02 WIB
Bupati Kudus minta pemerintah desa mendukung kebijakan pengelolaan sampah
23 February 2026 11:02 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS gelar program edukatif dan kreatif di TPA Al-Hawwa
12 February 2026 18:03 WIB
Terpopuler - Insiden
Lihat Juga
Polda Jateng terjunkan tim selidiki tabrakan Argo Bromo Anggrek dan mobil di Gr
03 May 2026 16:58 WIB