
Wali Kota Surakarta pimpin apel pasca-Lebaran di TPA Putri Cempo

Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Respati Ardi memimpin apel bersama pasca-Lebaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo, Jawa Tengah, Rabu.
Ia mengatakan apel ini menjadi momentum penegasan bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta merupakan tantangan nyata yang harus ditangani secara serius, terukur, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Menurut dia, saat ini Kotq Solo sedang menghadapi tekanan besar dalam pengelolaan sampah. Saat ini, volume sampah di Kota Solo mencapai hampir 300-400 ton/hari. Bahkan selama periode Lebaran 2026, berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, volume sampah meningkat sekitar 20-30 persen dibandingkan hari biasa.
Di sisi lain, kapasitas aktual sampah yang benar-benar dapat terolah saat ini baru sekitar 20 persen atau kurang dari 100 ton/hari. Menurut dia, kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Surakarta.
“Untuk alasan itulah pagi ini kita melaksanakan apel di tempat ini agar kita semua sadar dan benar-benar memahami bahwa persoalan sampah ini nyata. Ini bukan isu kecil, melainkan tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Respati.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Surakarta saat ini tengah menyiapkan penguatan kebijakan pengelolaan sampah, terutama mendorong penerapan pemilahan sampah dari sumber. Kebijakan ini akan ditempuh melalui revisi Peraturan Daerah, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Wali Kota sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.
Ke depan, setiap wilayah di Kota Surakarta diharapkan mampu menjalankan sistem pengelolaan sampah secara mandiri. Pihaknya menilai ketergantungan penuh pada TPA atau fasilitas pengolahan akhir tidak lagi dapat menjadi satu-satunya solusi.
Untuk mendukung langkah tersebut, Pemerintah Kota Surakarta juga telah menggandeng akademisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk melakukan kajian mendalam mengenai sistem pemilahan sampah di tingkat wilayah. Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang efektif, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Ia mengatakan kebijakan pemilahan sampah dari sumber akan mulai diterapkan setelah proses revisi Perda selesai. Sebelum tahap implementasi dilakukan, Pemkot Surakarta akan melaksanakan sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar kebijakan ini dapat dipahami dan dijalankan dengan baik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat persoalan sampah sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata urusan pemerintah. Pihaknya mendorong seluruh warga untuk mulai membiasakan memilah sampah dari rumah, mengurangi sumber sampah, dan mendukung upaya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Respati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kebersihan dan pengelola TPA Putri Cempo yang selama ini terus bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan Kota Surakarta.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas kebersihan dan pengelola TPA Putri Cempo. Peran saudara-saudara sekalian sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan Kota Surakarta,” katanya.
Pemerintah Kota Surakarta mengajak seluruh pihak menjadikan momentum pasca hari raya ini sebagai titik awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta membangun kota yang lebih bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan.
Sementara itu, kegiatan itu juga hadir Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, para camat dan lurah, serta para petugas dan pengelola TPA Putri Cempo.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
