BPCB Jateng kembalikan bangunan Candi Lumbung ke Desa Sengi
Jumat, 14 Juli 2023 8:50 WIB
Sebuah alat berat meratakan tanah di lokasi baru pemindahan Candi Lumbung di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. ANTARA/HO - BPCB Jateng
Magelang (ANTARA) - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Provinsi Jawa Tengah mengembalikan bangunan Candi Lumbung ke Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ketua Tim Pemindahan Bangunan Candi Lumbung BPCB Provinsi Jateng Eri Budiarto ketika dihubungi di Magelang, Jumat, mengatakan proses pemindahan bangunan Candi Lumbung telah diawali pada Senin (10/7).
"Kami melakukan doa bersama, pemasangan perancah, persiapan lahan di lokasi baru," katanya.
Pada 2011 Candi Lumbung di Desa Sengi terpaksa dipindahkan ke Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, untuk menyelamatkan candi dari ancaman banjir lahar hujan Gunung Merapi di aliran Sungai Pabelan.
Ia menyampaikan pengembalian bangunan Candi Lumbung ke Desa Sengi, bukan ke tempat semula di pinggir Sungai Pabelan, tetapi dipindah ke arah timur dekat Candi Asu.
Menurut dia pengembalian bangunan candi tersebut, karena lahan yang ditempati di Tlatar milik warga dan harus sewa.
Selain itu, katanya pemindahan candi itu atas permintaan masyarakat Desa Sengi. Lokasi baru menempati tanah kas desa dan tidak harus menyewa.
Eri menuturkan pada tahap I pemindahan bangunan candi berlangsung hingga awal Desember 2023 dan akan dilanjutkan tahun depan.
Ia mengatakan lokasi baru Candi Lumbung lebih aman dari ancaman banjir Sungai Pabelan.
Baca juga: Tembok Keraton Kartasura yang dirusak masuk cagar budaya dilindungi
Ketua Tim Pemindahan Bangunan Candi Lumbung BPCB Provinsi Jateng Eri Budiarto ketika dihubungi di Magelang, Jumat, mengatakan proses pemindahan bangunan Candi Lumbung telah diawali pada Senin (10/7).
"Kami melakukan doa bersama, pemasangan perancah, persiapan lahan di lokasi baru," katanya.
Pada 2011 Candi Lumbung di Desa Sengi terpaksa dipindahkan ke Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, untuk menyelamatkan candi dari ancaman banjir lahar hujan Gunung Merapi di aliran Sungai Pabelan.
Ia menyampaikan pengembalian bangunan Candi Lumbung ke Desa Sengi, bukan ke tempat semula di pinggir Sungai Pabelan, tetapi dipindah ke arah timur dekat Candi Asu.
Menurut dia pengembalian bangunan candi tersebut, karena lahan yang ditempati di Tlatar milik warga dan harus sewa.
Selain itu, katanya pemindahan candi itu atas permintaan masyarakat Desa Sengi. Lokasi baru menempati tanah kas desa dan tidak harus menyewa.
Eri menuturkan pada tahap I pemindahan bangunan candi berlangsung hingga awal Desember 2023 dan akan dilanjutkan tahun depan.
Ia mengatakan lokasi baru Candi Lumbung lebih aman dari ancaman banjir Sungai Pabelan.
Baca juga: Tembok Keraton Kartasura yang dirusak masuk cagar budaya dilindungi
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggaran turun, Ketua DPRD Jateng minta sektor penopang lumbung pangan tetap maksimal
24 November 2025 14:07 WIB
Masyarakat adat Bonokeling jaga ketahanan pangan dengan lumbung pangan
14 August 2024 8:27 WIB, 2024
Mahasiswa Unsoed lakukan penelitian terhadap lumbung paceklik adat Bonokeling
15 September 2023 20:22 WIB, 2023