Logo Header Antaranews Jateng

Wagub Jateng bakal evaluasi pelaksanaan MBG di Kudus

Kamis, 29 Januari 2026 19:04 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus.

"Ya nanti kita cek ya. Kita lihat, nanti kita evaluasi MBG-nya, sehingga bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari makanannya atau dari distribusinya," kata Taj Yasin Maimoen di Semarang, Kamis.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menanggapi dugaan keracunan makanan pada Program MBG di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kabupaten Kudus.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng akan melakukan pengecekan dan evaluasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut dia, pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pengecekan di lapangan diperoleh sehingga penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.

"Nanti kita lihat seperti apa, dan kelanjutannya bagaimana. Ada tahapan-tahapannya," kata dia.

Selain itu, Pemprov Jateng juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus, serta instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian dan langkah penanganan yang diperlukan.

Sebelumnya, 118 siswa SMA Negeri 2 Kudus terdampak dugaan keracunan makanan dari Program MBG, atau bertambah dari sebelumnya 70 siswa.

"Hasil pendataan kami hingga saat ini jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mustiko Wibowo.

Adapun rinciannya, siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus sebanyak 28 orang, RS Mardi Rahayu Kudus 22 orang, RS Sarkies Aisyiyah 19 orang, RSI Kudus 14 orang, RS Kumala Siwi 13 orang, RS Kartika 9 orang, dan RS Aisyiyah 13 orang.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 2 Kudus Dwiyana mengungkapkan siswa yang menjalani perawatan tidak hanya hari ini (29/1) saja, melainkan sebagian sudah dirawat sejak Rabu (28/1) malam.

Keluhan awal justru lebih dahulu dirasakan oleh para guru setelah menyantap menu MBG yang diterima sekolah dari SPPG Purwosari pada Rabu (28/1) sekitar pukul 11.15 WIB, kemudian dibagikan kepada siswa serta guru sekitar pukul 11.45 WIB.

"Awalnya keluhan sakit perut dan diare muncul di kalangan guru. Setelah itu, banyak siswa yang mengeluhkan perut sakit, mual, pusing, dan diare," katanya.

Ia menyebutkan jumlah guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 2 Kudus sebanyak 98 orang, sedangkan jumlah siswa mencapai 1.178 orang.

Berdasarkan laporan sementara, sekitar 600 siswa mengalami gejala serupa, namun sebagian besar memilih menjalani perawatan di rumah, termasuk sejumlah guru.



Baca juga: Pemkot Semarang terus perkuat pengusulan gelar pahlawan KH Sholeh Darat



Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026