Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang optimalkan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir

Jumat, 27 Februari 2026 15:35 WIB
Image Print
Bupati Batang Faiz Kurniawan. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengoptimalkan langkah penanganan sampah secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan serta mencegah darurat sampah.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Jumat, mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Kami sudah memiliki TPS-3R yang berjalan dengan baik seperti di Kalipucang dan Warungasem. Desa Pesaren juga sudah pernah berjalan meski belum maksimal," katanya.

Menurut dia, keberadaan TPS-3R merupakan bagian dari penanganan di hilir sedangkan dari sisi hulu, pemerintah daerah berupaya membangun kesadaran kolektif masyarakat serta memperkuat sistem manajemen pengelolaan sampah di tingkat desa.

Pemkab, kata dia, telah berdiskusi dengan para kepala desa untuk menyiapkan mekanisme pengelolaan termasuk pengaturan tipping fee serta sistem pengambilan sampah yang lebih tertata.

Ia mengatakan salah satu TPS-3R yang dinilai cukup maju dalam pengelolaannya berada di Kalipucang meski masih terdapat sisa sampah plastik sekitar 7,2 persen yang belum tertangani secara optimal.

"Ke depan, sisa sampah plastik tersebut direncanakan dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse-Derived Fuel (RDF), bahkan berpotensi diolah menjadi pupuk cair," katanya.

Menurut di, saat ini rencana tersebut masih dalam tahap studi kelayakan dengan target masuk tahap desain dan konstruksi pada tahun depan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mempertimbangkan skema pengelolaan sampah yang diterapkan di Jepang yakni melalui penjualan kantong plastik sampah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Dalam sistem tersebut, masyarakat membeli kantong sampah khusus yang kemudian diletakkan di depan rumah pada hari pengambilan yang telah ditentukan. Dengan skema tersebut, volume sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga dapat lebih terkontrol karena jumlah kantong yang digunakan berbeda-beda, menyesuaikan produksi sampah masing-masing," katanya.

Baca juga: Pemkab Batang gencarkan budaya pilah sampah dari rumah



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026