Logo Header Antaranews Jateng

Bupat Kudus: Gedung baru perpustakaan lebih ramah difabel akses layanan

Kamis, 29 Januari 2026 21:46 WIB
Image Print
Peresmian gedung baru Perpustakaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah di Kompleks Balai Jagong Kudus, Kamis (29/1/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Gedung baru Perpustakaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan konsep lebih representatif dan inklusif karena selain mendukung peningkatan literasi masyarakat juga ramah penyandang disabilitas dalam mengakses layanan literasi, kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.

"Perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang terbuka yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Tidak hanya untuk masyarakat normal, tetapi kalangan difabel juga mudah mengaksesnya," ujarnya saat meresmikan gedung baru Perpustakaan Kabupaten Kudus di Kompleks Balai Jagong Kudus di Kudus, Kamis, antara lain dihadiri Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI Joko Santoso.

Ia menjelaskan perpustakaan tersebut dilengkapi fasilitas ramah difabel, mulai dari akses kursi roda, jalur pemandu (guiding block) ubin bertekstur, hingga koleksi buku Braille dan Al Quran Braille bagi penyandang tunanetra.

Perpustakaan juga terbuka bagi siapa pun, tanpa membedakan latar belakang maupun agama.

Koleksi perpustakaan itu 34.000 judul dengan total 48.000 eksemplar sehingga nantinya menjadi pusat pengetahuan dan informasi yang representatif serta menjadi ruang publik yang nyaman dan inklusif sesuai standar nasional.

Dia mengharapkan lokasi perpustakaan di pusat aktivitas masyarakat mampu meningkatkan akses dan minat baca masyarakat lintas usia.

"Siapa pun, apapun agamanya, bisa memanfaatkan perpustakaan ini. Kudus adalah kota toleransi," ujarnya.

Sam'ani mengatakan perpustakaan tidak hanya tempat membaca dan menulis, tetapi juga ruang aktivitas masyarakat.

Berbagai kegiatan, seperti latihan menari, kursus bahasa, merajut, hingga kerja sama dengan berbagai komunitas turut dihadirkan di tempat itu, guna menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda.

Untuk pengembangan sarana, Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengalokasikan anggaran Rp2,9 miliar pada 2025 dan kembali menggelontorkan anggaran pada 2026 untuk penyelesaian finalisasi serta penataan kawasan sekitar.

"Kami ingin perpustakaan ini menjadi perpustakaan dalam taman, sehingga masyarakat merasa senang, nyaman, dan betah ketika membaca," ujarnya.

Ia mendorong peran Bunda Literasi tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan untuk mengembangkan perpustakaan desa agar anak-anak memiliki alternatif kegiatan positif selain penggunaan gawai.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI Joko Santoso mengapresiasi konsep gedung baru Perpustakaan Kabupaten Kudus yang mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

"Gedung ini sangat mengundang masyarakat untuk hadir. Sarana prasarana yang terang, warna yang fleksibel, dan tidak kaku membuat orang betah berada di perpustakaan," ujarnya.

Ia menilai perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia sumber belajar, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program kontekstual yang melibatkan pelaku UMKM, kelompok kreatif, ibu rumah tangga, hingga penyandang disabilitas.

"Pengetahuan yang ada di perpustakaan bisa menjadi nilai tambah, bahkan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Dengan hadirnya gedung baru tersebut, Pemkab Kudus berharap tingkat literasi masyarakat terus meningkat dan perpustakaan dimanfaatkan secara luas sebagai ruang inklusif, edukatif, dan produktif.



Baca juga: Wagub Jateng bakal evaluasi pelaksanaan MBG di Kudus



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026