Stok kebutuhan pangan di Kudus aman, harga terkendali
Senin, 27 Februari 2023 22:18 WIB
Stok beras di pasar grosir Pasar Baru Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan bahwa stok kebutuhan pangan menghadapi Ramadhan 2023 aman, sedangkan harga kebutuhan pokok cenderung terkendali.
"Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus sudah kami tanya soal stok beras dan kebutuhan pokok lainnya, jawabnya tersedia aman," kata Bupati Kudus Hartopo seusai rapat inflasi di Command Center Dinas Kominfo Kudus, Senin.
Dari hasil rapat tersebut, kata dia, disebutkan bahwa harga beras cenderung naik, namun untuk di Kabupaten Kudus bisa diatasi karena sudah banyak petani yang mulai memanen tanaman padinya.
Hal itu, imbuh dia, tentunya akan menekan harga jual beras di pasaran mengingat pasokan di pasaran semakin melimpah.
Sementara itu dalam rangka menjaga harga jual beras tetap stabil, Pemkab Kudus juga akan menjalin komunikasi dengan petani agar mengutamakan kebutuhan masyarakat lokal Kudus, sebelum menjualnya ke luar daerah.
Sementara itu untuk antisipasi stok pangan, kata dia, sudah dikoordinasikan untuk semua jajaran Jangan sampai terkait ketahanan pangan pokok terjadi kekurangan.
"Untuk tingkat inflasi di Kabupaten Kudus juga aman," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetya mengungkapkan hasil pendataan sementara untuk stok beras, bawang merah dan cabai tersedia aman.
Untuk stok beras pada Februari 2023 tersedia 5.020 ton, sedangkan kebutuhan per pekan sebanyak 1.574 ton sehingga masih surplus.
Sementara itu untuk komoditas bawang merah, kata dia, tersedia 65 ton, sedangkan kebutuhan per pekan 15 ton dan cabai tersedia 154 ton, sementara kebutuhan masyarakat per pekan 40-an ton.
"Stok kebutuhan pangan tersebut bersifat dinamis, sehingga akan terus dipantau ketersediaannya di pasaran," ujarnya.
"Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus sudah kami tanya soal stok beras dan kebutuhan pokok lainnya, jawabnya tersedia aman," kata Bupati Kudus Hartopo seusai rapat inflasi di Command Center Dinas Kominfo Kudus, Senin.
Dari hasil rapat tersebut, kata dia, disebutkan bahwa harga beras cenderung naik, namun untuk di Kabupaten Kudus bisa diatasi karena sudah banyak petani yang mulai memanen tanaman padinya.
Hal itu, imbuh dia, tentunya akan menekan harga jual beras di pasaran mengingat pasokan di pasaran semakin melimpah.
Sementara itu dalam rangka menjaga harga jual beras tetap stabil, Pemkab Kudus juga akan menjalin komunikasi dengan petani agar mengutamakan kebutuhan masyarakat lokal Kudus, sebelum menjualnya ke luar daerah.
Sementara itu untuk antisipasi stok pangan, kata dia, sudah dikoordinasikan untuk semua jajaran Jangan sampai terkait ketahanan pangan pokok terjadi kekurangan.
"Untuk tingkat inflasi di Kabupaten Kudus juga aman," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetya mengungkapkan hasil pendataan sementara untuk stok beras, bawang merah dan cabai tersedia aman.
Untuk stok beras pada Februari 2023 tersedia 5.020 ton, sedangkan kebutuhan per pekan sebanyak 1.574 ton sehingga masih surplus.
Sementara itu untuk komoditas bawang merah, kata dia, tersedia 65 ton, sedangkan kebutuhan per pekan 15 ton dan cabai tersedia 154 ton, sementara kebutuhan masyarakat per pekan 40-an ton.
"Stok kebutuhan pangan tersebut bersifat dinamis, sehingga akan terus dipantau ketersediaannya di pasaran," ujarnya.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus tebar benih ikan di saluran sekunder untuk kampanye kebersihan sungai
10 April 2026 15:33 WIB
Dinkes Kudus menyarankan sumber air SPPG agar diuji di laboratorium tiap bulan
10 April 2026 9:41 WIB
Industri pengolahan berkontribusi terhadap naiknya pertumbuhan ekonomi di Kudus
07 April 2026 13:58 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
BRI sediakan Rp25 T penuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 2026
13 March 2026 13:26 WIB
Hery Gunardi beberkan strategi perbankan hadapi ketidakpastian ekonomi global
07 March 2026 19:31 WIB