Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Kudus tebar benih ikan di saluran sekunder untuk kampanye kebersihan sungai

Jumat, 10 April 2026 15:33 WIB
Image Print
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama jajaran saat penebaran benih ikan nilai di Saluran Sekunder Kedung Gupit di Jalan Mejobo Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10/4/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menebarkan 15.000 benih ikan nila di saluran sekunder Kedung Gupit di Jalan Mejobo Kudus, Jumat, sebagai salah satu upaya mengampanyekan pentingnya kebersihan sungai.

Penebaran benih dihadiri Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama jajaran yang kebetulan lokasi saluran sekunder tersebut berada di kawasan perkantoran Dinas Pertanian dan Pangan, PDAM Kudus, hingga Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, maupun Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga setempat

Bupati Sam'ani Intakoris mengatakan selama ini saluran air tersebut tidak dimanfaatkan untuk hal-hal selain sebagai saluran air, sehingga diusulkan untuk ditebar benih ikan sekaligus untuk mengampanyekan kebersihan sungai dengan melibatkan masyarakat.

Lokasinya, kata dia, cukup strategis, selain di tepi jalan juga di antara pepohonan yang rindang sehingga ketika ikan sudah besar bisa digunakan masyarakat sebagai spot mancing.

"Tentunya bisa menjadi destinasi wisata baru, sekaligus menggugah kepedulian mereka untuk menjaga kebersihan aliran sungai. Jika hendak mancing, silakan minta izin Dinas Pertanian dan Pangan Kudus," ujarnya.

Ia bersama jajaran, selama ini cukup getol mengampanyekan kebersihan sungai dengan terjun langsung melakukan bersih-bersih berbagai saluran air di Kabupaten Kudus.

Untuk antisipasi ikan mengikuti aliran sungai maka dibuatkan jaring kawat di kedua sisi, termasuk sampah juga tidak bisa masuk karena tersaring dan bisa segera dibersihkan oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

"Nantinya kebersihan lingkungan akan dijadwal setiap harinya, demi menjaga lingkungan, menjaga ekosistem," ujarnya.

Selain itu, kata dia, kawasan setempat bisa untuk ajang lomba memancing sehingga menjadi hiburan masyarakat Kudus.

Terkait musim kemarau, kata dia, sudah dihitung debit air kurang lebih yang paling ekstrem sekitar 30 sentimeter.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo menambahkan sebelum ditebar benih ikan, terlebih dahulu diukur derajat keasaman (pH) air di tempat itu.

"Hasilnya selama tiga pekan lebih pH cukup stabil sehingga aman untuk ditebar benih ikan," ujarnya.

Nantinya, pihaknya ikut merawat karena terdapat bidang perikanan, termasuk secara periodik mengecek pH airnya.

Rencananya, kata dia, jumlah benih ikan tidak hanya 15.000 benih melainkan akan ditambah hingga menjadi 30.000 benih ikan.

Ia memperkirakan dalam tempo tiga bulan mendatang pertumbuhan sudah besar sehingga bisa dipancing ramai-ramai bersama masyarakat, sedangkan benih yang ditebar berumur dua bulanan.

Baca juga: Dinkes Kudus menyarankan sumber air SPPG agar diuji di laboratorium tiap bulan



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026