Logo Header Antaranews Jateng

BPR BKK Blora catat kinerja positif, laba Rp21,8 miliar pada 2025

Minggu, 8 Maret 2026 16:21 WIB
Image Print
Direktur Utama PT Bank Perekonomian Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) Blora (Perseroda) Puguh Haryono. (ANTARA/Gunawan.)

Blora (ANTARA) - PT Bank Perekonomian Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) Blora, Jawa Tengah, mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 setelah laporan publikasi triwulanan hingga 31 Desember 2025 membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp21,8 miliar.

"Dari sisi permodalan, total ekuitas BPR BKK Blora tercatat sebesar Rp70,91 miliar hingga 31 Desember 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi Desember 2024 yang mencapai Rp65,18 miliar," kata Direktur Utama PT BPR BKK Blora (Perseroda) Puguh Haryono di Blora, Sabtu.

Ia menjelaskan total liabilitas atau kewajiban bank tercatat sebesar Rp453,46 miliar. Komponen terbesar berasal dari dana masyarakat, yakni tabungan sebesar Rp317,70 miliar dan deposito sebesar Rp119,30 miliar.

Dari sisi penyaluran dana, kata dia, total aset produktif BPR BKK Blora mencapai Rp540,58 miliar. Rinciannya meliputi penempatan dana pada bank lain sebesar Rp103,49 miliar serta kredit yang diberikan kepada pihak nonbank sebesar Rp433,91 miliar.

Puguh menambahkan dalam laporan tersebut juga disampaikan sejumlah rasio keuangan yang menggambarkan tingkat kesehatan bank. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (KPMM) tercatat sebesar 22,25 persen, sementara Return on Assets (ROA) mencapai 4,54 persen.

"Adapun rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 10,08 persen secara gross dan 4,35 persen secara net. Dari sisi efisiensi, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berada di angka 73,39 persen," ujarnya.

Selain itu, Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 12,73 persen, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 100,02 persen.

PT BPR BKK Blora (Perseroda) merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) dengan komposisi kepemilikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 51 persen dan Pemerintah Kabupaten Blora sebesar 49 persen.

"Laporan keuangan tersebut telah dipublikasikan melalui aplikasi pelaporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk transparansi kinerja keuangan BPR kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026