Mahasiswa UNS permudah optimalisasi PLTS di Kabupaten Klaten
Minggu, 19 Februari 2023 15:45 WIB
Dua orang mahasiswa tengah memperbaiki penerangan jalan di Desa Kebon Sari, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (19/2/2023). ANTARA/HO-Humas UNS.
Solo (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam tim kuliah kerja nyata (KKN) melakukan optimalisasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kebon Sari, Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Ketua Pelaksana Geovani Rahmad, di Solo, Minggu, mengatakan PLTS yang memiliki daya 900 watt tersebut sudah ada sejak tahun lalu di Desa Kebon Sari. Meski demikian, terdapat kerusakan pada salah satu komponen, yaitu inverter akibat badai.
"Selain melakukan perbaikan, kami juga memberikan tambahan berupa sistem automasi dalam pengoperasian PLTS tersebut," katanya pula.
Ia mengatakan para mahasiswa juga melakukan instalasi ulang, agar sistem instalasi sesuai standar dengan memperhatikan standar keamanan dan standar kelistrikan.
Mengenai kegunaan, katanya lagi, PLTS yang berada di tengah area persawahan tersebut dapat digunakan sebagai penerangan jalan.
"Namun dalam pengoperasiannya, masih dilakukan secara manual, sehingga masyarakat setempat harus menyalakan ketika sore dan mematikannya saat pagi hari," kata dia.
Menurut dia, kondisi tersebut cukup memberatkan karena lokasinya yang berada di tengah sawah. Oleh karena itu, pihaknya membuat inovasi sistem automasi lampu yang menyala pada pukul 18.00 WIB dan mati pada pukul 04.00 WIB.
"Harapannya, PLTS yang sudah ada dapat digunakan semaksimal mungkin dan hasil proker ini bisa menambah nilai lebih dari PLTS yang ada," katanya lagi.
Salah satu warga, Eksan mengatakan berbagai program yang dilakukan oleh Tim KKN UNS bermanfaat untuk masyarakat.
"Khususnya masyarakat pertanian karena beberapa kegiatan menyentuh masalah secara kontekstual dan relevan dengan yang dihadapi petani. Termasuk pembuatan alat pengendali hama padi dan optimalisasi PLTS ini," kata dia pula.
Ketua Pelaksana Geovani Rahmad, di Solo, Minggu, mengatakan PLTS yang memiliki daya 900 watt tersebut sudah ada sejak tahun lalu di Desa Kebon Sari. Meski demikian, terdapat kerusakan pada salah satu komponen, yaitu inverter akibat badai.
"Selain melakukan perbaikan, kami juga memberikan tambahan berupa sistem automasi dalam pengoperasian PLTS tersebut," katanya pula.
Ia mengatakan para mahasiswa juga melakukan instalasi ulang, agar sistem instalasi sesuai standar dengan memperhatikan standar keamanan dan standar kelistrikan.
Mengenai kegunaan, katanya lagi, PLTS yang berada di tengah area persawahan tersebut dapat digunakan sebagai penerangan jalan.
"Namun dalam pengoperasiannya, masih dilakukan secara manual, sehingga masyarakat setempat harus menyalakan ketika sore dan mematikannya saat pagi hari," kata dia.
Menurut dia, kondisi tersebut cukup memberatkan karena lokasinya yang berada di tengah sawah. Oleh karena itu, pihaknya membuat inovasi sistem automasi lampu yang menyala pada pukul 18.00 WIB dan mati pada pukul 04.00 WIB.
"Harapannya, PLTS yang sudah ada dapat digunakan semaksimal mungkin dan hasil proker ini bisa menambah nilai lebih dari PLTS yang ada," katanya lagi.
Salah satu warga, Eksan mengatakan berbagai program yang dilakukan oleh Tim KKN UNS bermanfaat untuk masyarakat.
"Khususnya masyarakat pertanian karena beberapa kegiatan menyentuh masalah secara kontekstual dan relevan dengan yang dihadapi petani. Termasuk pembuatan alat pengendali hama padi dan optimalisasi PLTS ini," kata dia pula.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswi UNS rasakan manfaat JKK, bukti nyata pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
27 April 2026 18:33 WIB
Prospect Institute bahas tren sustainability communicationpada kuliah umum FISIP UNS
18 April 2026 16:08 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Wagub Jateng apresiasi Tim Ratoeh Jaroeh SMAN 4 Semarang raih juara internasional
08 May 2026 21:14 WIB