
Fadli Zon inginkan budaya jadi kekuatan bangsa

Solo (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menginginkan budaya menjadi kekuatan bangsa sehingga diharapkan seluruh pihak ikut berperan melestarikan dan menjaganya.
“Kami ingin budaya kita jadi kekuatan, jadi soft power, sekaligus jadi ekonomi budaya dan industri budaya,” katanya pada kegiatan Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa sebagian bagian dari acara Reuni Akbar Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya dalam rangka Dies Natalis ke-50 UNS di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Kamis.
Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada UNS karena telah peduli pada keberlangsungan budaya dalam negeri. Ia mengatakan budaya merupakan bagian yang tidak terpisah dari masyarakat.
Memajukan budaya nasional juga telah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dalam Pasal 32 ayat (1) UUD 1945 setelah amandemen, yakni Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
“Saya ulangi, negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Jadi penting sekali,” katanya.
Ia mengatakan pemisahan Kementerian Kebudayaan juga bagian dari keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bahwa budaya ini menjadi bagian penting bagi bangsa.
“Kita bisa menjadi ibu kota kebudayaan dunia karena kekayaan budaya kita ini yang saya deskripsikan sebagai mega diversity karena saking banyaknya dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” katanya.
Terkait kegiatan itu, ia memberikan apresiasi kepada rektor, dekan, civitas akademika, dan para alumni Fakultas Ilmu Budaya UNS karena telah memberikan literasi budaya melalui kegiatan tersebut.
“Ini satu kesempatan yang sangat baik, terutama dengan hadirnya para alumni Fakultas Ilmu Budaya yang saat ini ada di berbagai profesi, di berbagai tempat. Ini sangat baik karena merupakan komitmen UNS untuk kemajuan kebudayaan kita,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNS Prof Hartono mengatakan dalam kegiatan tersebut tidak hanya disajikan pentas budaya tetapi juga ada partisipasi aktif dari UMKM, mahasiswa, dan alumni.
“Semua menunjukkan bahwa budaya adalah ekosistem hidup yang terus berkembang. Kita menyaksikan bagaimana budaya mengalami transformasi yang luar biasa, digitalisasi membuka peluang besar untuk pelestarian, melalui arsip digital, virtual museum, hingga promosi budaya melalui media sosial dan platform digital. Namun di sisi lain kita juga menghadapi tantangan serius seperti komersialisasi budaya, homogenisasi akibat globalisasi, hingga ancaman hilangnya makna dari tradisi itu sendiri,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga, merawat, dan melestarikan budaya untuk masa depan bangsa.
“Semoga kegiatan ini meneguhkan komitmen kita untuk merawat kecintaan kita terhadap kebudayaan Indonesia,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
