PPKM dicabut, Pemkot Pekalongan ingatkan masyarakat jangan euforia
Kamis, 5 Januari 2023 7:43 WIB
Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin (tengah). (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat menghindari euforia setelah pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat.
"Kami mengajak masyarakat menghindari euforia dan tetap waspada dengan tetap patuh protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri serta orang lain," kata Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin di Pekalongan, Rabu.
Menurut dia, kebijakan pemerintah pusat mencabut kebijakan PPKM patut disyukuri dengan cara menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masing-masing.
"Ketika satu penyakit pergi, kita tahu akan ada penyakit lain sehingga tidak perlu euforia. Kita takutkan apa-apa yang selama ini dibatasi, kemudian terjadi euforia," katanya.
Salahudin mengatakan masyarakat tetap perlu mengutamakan kondisi sekarang ini agar tetap terjaga karena selama dua tahun, hampir semua kegiatan dibatasi karena pandemi COVID-19.
"Pandemi COVID-19 harus bisa diambil hikmahnya, tidak terlalu banyak keluar kalau tidak terlalu penting," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto mengatakan kondisi pandemi COVID-19 terus bisa dikendalikan, termasuk di Kota Pekalongan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat di rumah sakit nihil dan hanya tiga orang tanpa gejala (OTG) yang saat ini tengah menjalankan isolasi mandiri.
"Meski status PPKM telah dihapus, kami tekankan masyarakat tetap waspada mengingat di beberapa negara masih terjadi lonjakan kasus COVID-19. Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan kebutuhan," katanya.
"Kami mengajak masyarakat menghindari euforia dan tetap waspada dengan tetap patuh protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri serta orang lain," kata Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin di Pekalongan, Rabu.
Menurut dia, kebijakan pemerintah pusat mencabut kebijakan PPKM patut disyukuri dengan cara menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masing-masing.
"Ketika satu penyakit pergi, kita tahu akan ada penyakit lain sehingga tidak perlu euforia. Kita takutkan apa-apa yang selama ini dibatasi, kemudian terjadi euforia," katanya.
Salahudin mengatakan masyarakat tetap perlu mengutamakan kondisi sekarang ini agar tetap terjaga karena selama dua tahun, hampir semua kegiatan dibatasi karena pandemi COVID-19.
"Pandemi COVID-19 harus bisa diambil hikmahnya, tidak terlalu banyak keluar kalau tidak terlalu penting," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto mengatakan kondisi pandemi COVID-19 terus bisa dikendalikan, termasuk di Kota Pekalongan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat di rumah sakit nihil dan hanya tiga orang tanpa gejala (OTG) yang saat ini tengah menjalankan isolasi mandiri.
"Meski status PPKM telah dihapus, kami tekankan masyarakat tetap waspada mengingat di beberapa negara masih terjadi lonjakan kasus COVID-19. Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng pastikan kelayakan fasilitas di posko pengungsi bagi korban banjir
30 January 2026 9:05 WIB
Pemkot Pekalongan bersama empat daerah sepakat kelola sampah dengan investor China
29 January 2026 16:39 WIB
Pemkot Pekalongan bentuk satgas percepatan penanganan sampah jadi permasalan masyarakat
27 January 2026 18:53 WIB
Pemkab catat 30 kali terjadi longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan
23 January 2026 17:47 WIB
Pekalongan terdampak banjir, PLN gerak cepat amankan listrik dan salurkan bantuan bagi pengungsi
22 January 2026 13:34 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB