OJK: Kinerja BPR/BPRS di Solo Raya tumbuh positif
Jumat, 3 Juni 2022 6:08 WIB
Kegiatan Evaluasi Kinerja dan Capacity Building Semester I 2022 BPR dan BPRS di Solo Raya. ANTARA/HO-OJK
Solo (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kinerja BPR/BPRS di Solo Raya sampai dengan Maret 2022 tumbuh positif seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian meski masih di tengah pandemi COVID-19.
Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di Solo, Kamis mengatakan berdasarkan data kinerja BPR sampai dengan bulan Maret 2022 untuk aset BPR di Solo Raya tumbuh sebesar 8,83 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp9,32 triliun.
Selanjutnya, untuk kredit tumbuh 7,85 persen menjadi Rp6,95 triliun dan dana pihak ketiga tumbuh 10,52 persen menjadi Rp7,24 triliun.
Sedangkan untuk BPRS sampai dengan bulan Maret 2022, aset BPRS di Solo Raya mampu tumbuh lebih tinggi sebesar 23,35 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp968 miliar, pembiayaan tumbuh 20,24 persen menjadi Rp689 miliar, dan dana pihak ketiga tumbuh 32,17 persen menjadi Rp645 miliar.
Dari sisi rencana bisnis, capaian BPR/BPRS di Solo Raya juga cukup baik dengan rata-rata realisasi mencapai lebih dari 90 persen dari target rencana bisnis.
Sementara itu, dikatakannya, salah satu pilar kebijakan dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 adalah akselerasi transformasi digital perbankan yang dijabarkan lebih lanjut melalui cetak biru transformasi digital perbankan.
Ia mengatakan cetak biru transformasi digital perbankan berisikan lima elemen utama yaitu data, teknologi, manajemen risiko, kolaborasi, dan tatanan institusi.
"Implementasi cetak biru ini diharapkan dapat mendorong perbankan nasional lebih memiliki daya tahan, berdaya saing, dan kontributif," katanya.
Sebelumnya, OJK menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja dan Capacity Building Semester I 2022 BPR dan BPRS di Solo Raya. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap agar BPR/BPRS di Solo Raya dapat meningkatkan kinerja dan mengembangkan industri BPR/BPRS yang sehat serta mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan.
"Selain itu juga mampu mendorong terwujudnya penerapan tata kelola yang baik bagi BPR/BPRS," katanya.
Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di Solo, Kamis mengatakan berdasarkan data kinerja BPR sampai dengan bulan Maret 2022 untuk aset BPR di Solo Raya tumbuh sebesar 8,83 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp9,32 triliun.
Selanjutnya, untuk kredit tumbuh 7,85 persen menjadi Rp6,95 triliun dan dana pihak ketiga tumbuh 10,52 persen menjadi Rp7,24 triliun.
Sedangkan untuk BPRS sampai dengan bulan Maret 2022, aset BPRS di Solo Raya mampu tumbuh lebih tinggi sebesar 23,35 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp968 miliar, pembiayaan tumbuh 20,24 persen menjadi Rp689 miliar, dan dana pihak ketiga tumbuh 32,17 persen menjadi Rp645 miliar.
Dari sisi rencana bisnis, capaian BPR/BPRS di Solo Raya juga cukup baik dengan rata-rata realisasi mencapai lebih dari 90 persen dari target rencana bisnis.
Sementara itu, dikatakannya, salah satu pilar kebijakan dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 adalah akselerasi transformasi digital perbankan yang dijabarkan lebih lanjut melalui cetak biru transformasi digital perbankan.
Ia mengatakan cetak biru transformasi digital perbankan berisikan lima elemen utama yaitu data, teknologi, manajemen risiko, kolaborasi, dan tatanan institusi.
"Implementasi cetak biru ini diharapkan dapat mendorong perbankan nasional lebih memiliki daya tahan, berdaya saing, dan kontributif," katanya.
Sebelumnya, OJK menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja dan Capacity Building Semester I 2022 BPR dan BPRS di Solo Raya. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap agar BPR/BPRS di Solo Raya dapat meningkatkan kinerja dan mengembangkan industri BPR/BPRS yang sehat serta mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan.
"Selain itu juga mampu mendorong terwujudnya penerapan tata kelola yang baik bagi BPR/BPRS," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OJK Purwokerto: UMKM masih jadi penopang kinerja jasa keuangan di Banyumas Raya
29 January 2026 13:24 WIB
Semua kepala OPD di lingkungan Pemkab Jepara teken perjanjian kinerja 2026
26 January 2026 16:58 WIB
Gubernur Jateng menegaskan pelayanan publik jadi ukuran utama kinerja birokrasi
15 January 2026 18:44 WIB
Kapolresta Banyumas tegaskan kolaborasi jadi kunci keamanan daerah pada 2025
31 December 2025 13:43 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB